Rahmah

Mengenal Sunan Kalijaga dan Meneladani Jalan Dakwahnya

Sunan Kalijaga adalah sosok penyebar Islam terkemuka


Mengenal Sunan Kalijaga dan Meneladani Jalan Dakwahnya
Ilustrasi Sunan Kalijaga (pinterest.com)

AKURAT.CO Salah satu tokoh wali sembilan atau biasa disebut wali songo yang ikut serta menyebarkan agama Islam di pulau Jawa yaitu Sunan Kalijaga. Nama Sunan Kalijaga begitu familiar di kalangan masyakarat Muslim pulau Jawa karena kemampuan beliau yang mampu menyesuaikan tradisi Jawa dalam berdakwah menyebarkan agama.

Karena kemampuan itu, agama Islam dapat diterima oleh masyarakat Jawa dan menyebar luas tanpa adanya perselisihan.

Terdapat tiga versi menurut sejarawan dalam mengemukakan penelitan riwayat dan asal-usul Sunan Kalijaga, yaitu versi Arab, Cina dan Jawa.

Sunan Kalijaga memiliki nama asli Raden Sahid, beliau lahir sekitar tahun 1450 Masehi. Sunan Kalijaga merupakan putera dari Adipati Tuban yang memiliki nama Tumenggung Arya Wilatikyta atau Raden Sahur, sedangkan ibu Sunan Kalijaga bernama Dewi Nawangrum.

Ayah Sunan Kalijaga merupakan keturunan dari pemberontak legendaris Majapahit, yaitu Ronggowale. Menurut pendapat Agus Sunyoto yang meneliti keterangan dari Babad Tuban, Wilatikyta merupakan keturuna masyarakat Arab yang memiliki silsilah hingga Abbas bin Abdul Muthalib, yaitu paman Nabi Muhammad SAW. 

Sunan Kalijaga dikenal memiliki beberapa nama, nama yang paling terkenal yaitu Brandal Loka Jaya. Selain Brandal Loka Jaya, Sunan Kalijaga memiliki nama Syaikh Malaya, Raden Abdurrahman, Pangeran Tuban dan Ki Dalang Sida Brangti. 

Menurut riwayat yang masyhur, bahwa Adipati Arya Wilatikyta sudah memeluk Islam sebelum lahirnya Raden Said. Kendati sudah memeluk agama Islam, namun ia dikenal sebagai orang yang sangat kejam dan patuh terhadap pemerintah pusat Majapahit yang menganut agama Hindu. Salah satu tindakan Adipati Arya Wilatikyta yaitu menetapkan pajak yang tinggi kepada rakyatnya. 

Mengetahui hal ini, Raden Said muda tidak sependapat dengan tindakan-tindakan yang dilakukan ayahnya terhadap warga. Sebagai Adipati, Raden Said muda sering membangkang terhadap kebijakan-kebijakan ayahnya yang sangat patuh terhadap pemerintah Majapahit.

Sunan Kalijaga memiliki dua istri, yang pertama Dewi Saroh binti Maulana Ishaq, dan yang kedua Dewi Sarokah atau Siti Zaenap binti Sunan Gunung Jati. Istri kedua Sunan Kalijaga ini merupakan saudara kandung dari Raden Paku atau Sunan Giri.