Lifestyle

Dari Mana Asal Suku Betawi?

Suku Betawi terbentuk pada abad ke-17, yang merupakan hasil dari campuran beberapa suku bangsa di suatu kelompok. Sebutan suku betawi populer pada 1918


Dari Mana Asal Suku Betawi?
Seniman Lenong Betawi saat menampilkan pertunjukkan secara virtual di Studio Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta, Selasa (8/12/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Jakarta identik dengan suku Betawi. Namun, suku Betawi atau orang Betawi tak hanya bermukim di Jakarta, tetapi juga daerah-daerah penyanggah Jakarta, seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Dilansir dari laman Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, Suku Betawi terbentuk pada abad ke-17, yang merupakan hasil dari campuran beberapa suku bangsa seperti Jawa, Sunda Bali, Sumatera, China, Arab, dan Portugis dalam suautu kelompok yang menetap di wilayah pesisir Jakarta.

Proses perkembangan kelompok ini cukup lama, karena banyaknya suku atau pendatang asing yang datang ke Jakarta untuk waktu tertentu. Etnis pendatang yang pertama kali mendiami kota Jakarta adalah orang Melayu, Jawa, Bali, Bugis, dan Sunda.

Sedangkan, orang asing yang pertama kali tinggal di kota ini adalah Portugis, China, Belanda, Arab, India, Inggris dan Jerman.

Unsur-unsur budaya kelompok etnik atau bangsa itu berasimilasi dan melahirkan budaya baru yang tampak dalam bahasa, kesenian, kepercayaan, cara berpakaian, makan, dan lain-lain. Sebutan suku, orang, dan kaum Betawi mulai populer pada 1918, saat Mohammad Husni Tamrin membentuk ‘kaum Betawi’.

Kemudian, kategori 'suku' pada kelompok etnis ini mulai dimunculkan dalam sensus penduduk pada tahun 1930 oleh Kolonial Belanda.

Secara geografis, masyarakat Betawi secara geografis dibagi mejadi dua bagian, yaitu Betawi tengah dan Betawi pinggiran.

Masyarakat Betawi tengah meliputi wilayah Tanjung Priok atau meliputi radius 7 km dari Monas. Wilayah ini mayoritas dipengaruhi oleh budaya Melayu dan agama Islam yang terlihat dalam keseniannya seperti samrah, zapin dan berbagai macam rebana dan gendang.

Sedangkan, dari segi bahasa, Betawi tengah terdapat banyak perubahan vokal a dalam suku kata akhir bahasa Indonesia menjadi "e", misal guna menjadi gune.

Selanjutnya, masyarakat Betawi pinggiran, sering disebut orang sebagai Betawi Ora yang dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu bagian utara dan selatan.

Kaum Betawi Ora mayoritas dihuni oleh pendatang dari Pulau Jawa yang berprofesi sebagai petani yang menanam padi, pohon buah dan sayur mayur. Bagian utara meliputi Jakarta Utara, Barat, Tangerang, yang dipengaruhi kebudayaan China, misalnya musik gambang kromong, tari cokek dan teater lenong.

Bagian selatan meliputi Jakarta Timur, Selatan, Bogor, dan Bekasi yang sangat dipengaruhi kuat oleh kebudayaan Jawa dan Sunda. Dialeknya mengubah ucapan kata-kata yang memiliki akhir kata yang huruf a dengan ah, misal gua menjadi guah.[]