Lifestyle

Mengenal Stunting yang Mengancam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak Indonesia

Stunting sering tejadi di negara dengan tingkat pendidikan yang rendah dan ekonomi masyarakatnya yang rendah


Mengenal Stunting yang Mengancam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak Indonesia
Ilustrasi Stunting - Seorang anak menimbang berat badang saat imunisasi untuk anak di Posyandu Asoka, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (15/2/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan angka stunting di Indonesia mencapai 24,4 persen. Angka ini temasuk tinggi mengingat batas standar yang ditetapkan World Health Organization (WHO) sebesar 20 persen. 

Dikutip dari Populis, angka tersebut juga masih tinggi jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, seperti Malaysia sebesar 17 persen, Thailand 16 persen, dan Singapura 4 persen.

Stunting sendiri adalah kondisi di mana tinggi badan anak berada di bawah rata-rata dikarenakan gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupannya.

baca juga:

Kondisi anak yang sudah mengalami stunting tidak dapat diubah, karena stunting memiliki efek jangka panjang yang dapat memengaruhi pertumbuhan hingga dewasa, bahkan lanjut usia.

Oleh karena itu, penting untuk menyelamatkan generasi setelahnya dari kondisi stunting atau bertubuh kerdil.

Untuk mengurangi angka tersebut, masyarakat harus memahami penyebab stunting pada anak. Secara umum, stunting terjadi karena selama masa kehamilannya ibu nutrisinya tidak tercukupi dan selama 1000 hari pertama kehidupan anak, ibu tidak memberikan asupan gizi yang cukup.

Kurangnya nutrisi pada ibu dan anak disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari kurangnya pengetahuan mengenai gizi hingga masalah ekonomi yang membuat orang tua kesulitan memenuhi kebutuhan primernya.

Dengan begitu, stunting sering tejadi di negara dengan tingkat pendidikan yang rendah dan ekonomi masyarakatnya yang rendah.

Walaupun demikian, grafik stunting di Indonesia mengalami penurunan setiap tahunnya. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi di Indonesia (SSGI), di tahun 2021 angka stunting di Indonesia mengalami penurunan hingga 1,6 persen pertahun.

Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah selama ini memberikan hasil yang cukup berpengaruh terhadap penurunan stunting di Indonesia.

Dalam menekan angka stunting di Indonesia, pemerintah bahkan sampai memaskukannya ke dalam Program Indonesia Sehat pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 mengenai meningkatnya status kesehatan dan gizi anak.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menargetkan di akhir jabatannya nanti pada tahun 2024 penurunan angka stunting di Indonesia menyentuh angka 14 persen.

Lihat Sumber Artikel di Populis Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Populis. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Populis.