Tech

Mengenal Sistem Peringatan Dini Early Warning System

Serangkaian sistem untuk memberitahukan adanya bencana.


Mengenal Sistem Peringatan Dini Early Warning System
Ilustrasi aktivitas gunung usai letusan. (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sore. Akibat erupsi tersebut jumlah korban yang dilaporkan terus bertambah. Menurut data terakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban jiwa Gunung Semeru sebanyak 14 orang. 

Pasca dikabarkan erupsi, sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) pada Gunung Semeru tidak luput menjadi sorotan. Kehadiran EWS memang sangat penting untuk mendeteksi peringatan dini bencana. Oleh karena itu, alat ini kerapkali disebut-sebut pada saat terjadi bencana alam. Lalu, seperti apakah sistem peringatan dini ini dan berapa penting adanya sistem ini? Untuk mengetahui lanjut, simak penjelasannya berikut ini.

Melansir halaman resmi Pemkab Kebumen, sistem peringatan dini atau Early Warning System (AWS) merupakan serangkaian sistem untuk memberitahukan akan terjadi suatu kejadian alam, dapat berupa bencana maupun tanda-tanda alam lainnya. Kehadiran sistem peringatan dini ini sangat penting, terlebih Indonesia merupakan negara yang memiliki ancaman bencana alam cukup tinggi. 

Dengan adanya sistem peringatan dini, di harapkan mampu mengembangkan upaya-upaya yang tepat untuk mencegah atau setidaknya dapat mengurangi dampak atas terjadinya bencana alam bagi. Terlebih, keterlantaran dalam menangani benca, justru akan menimbulkan kerugian yang semakin besar.

Sistem peringatan dini ini merupakan tindakan memberikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat. Jika dalam kondisi atau keadaan kritis, secara umum peringatan dini ini akan disampaikan dalam bentuk sirine, kentongan dan lain sebagainya. Dengan adanya informasi peringatan ini diharapkan informasi yang disampaikan bisa dengan cepat dan tepat sampai ke masyarakat. 

Pada manajemen penanggulangan bencana, sistem peringatan dini bencana alam sangat mutlak diperlukan dalam tahap kesiagaan, baik pada sistem peringatan dini untuk setiap jenis data, metode pendekatan maupun instrumentasinya. Tujuan diciptakannya sistem ini tidak lain agar masyarakat yang tinggal di kawasan bencana bisa aman dalam beraktivitas. Sebab, adanya peringatan dini akan terjadinya bencana sudah bisa di ketahui melalui sistem ini. 

Dengan demikian, masyarakat juga bisa melakukan pencegahan untuk menyelamatkan diri saat terjadinya bencana alam. Semakin dini informasi yang disampaikan pada saat terjadi bencana, maka semakin longgar waktu bagi masyarakat untuk merespon peringatan tersebut. 

Sistem peringatan dini dilakukan dengan pemantauan aktivitas di atmosfer secara periodik dengan satelit maupun peralatan berteknologi tinggi. Ketepatan informasi yang disampaikan pada sistem ini dapat dicapai apabila kualitas analisis dan sintesis yang akan diinformasi mempunyai ketepatan yang tinggi. 

Yang mana, dalam hal ini terdapat dua bagian utama dalam peringatan dini. Pertama, bagian hulu yang berupa usaha-usaha untuk mengemas data-data menjadi informasi. Kedua, pada bagian hilir yang berupa usaha agar infomasi cepat sampai di masyarakat.

Target dari adanya sistem peringatan dini ini adalah masyarakat dan aparat. Terutama mereka yang tinggal di daerah rawan bencana. Bahkan target tersebut seharusnya mencakup juga dari kalangan akademisi atau peneliti multi disiplin. Misalnya, geologi, teknik sampling, pertanian, ilmu sosial, dan seterusnya. Hal ini karena sistem peringatan dini akan lebih tepat dan efektif jika dirumuskan oleh ketiga komponen tersebut, yaitu aparat, masyarakat, dan juga akademisi.