Lifestyle

Sejarah Museum Pos Indonesia dan Cerita Mistisnya

Museum Pos Indonesia dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda pada 27 Juli 1920


Sejarah Museum Pos Indonesia dan Cerita Mistisnya
Museum Pos Indonesia (bandunghiji.com)

AKURAT.CO, Museum Pos Indonesia dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda pada 27 Juli 1920. Pembangunan museum ini dipercayakan kepada Ir. J. Berger dan Leutdsgebouwdienst.

Di atas tanah seluas 706 meter persegi, duo arsitek ini menciptakan sebuah bangunan bergaya Italia pada masa Renaissance. Resmi pada 1931, bangunan ini awalnya memiliki nama Pos Telegrap dan Telepon (PTT). Pada 19 Juni 1995 PTT berganti nama menjadi Museum Pos dan Giro, kemudian menjadi Museum Pos Indonesia pada 1983. 

Pada masa kekuasaan Jepang di Indonesia, koleksi benda pos yang ada di dalam museum ini tidak terawat. Bahkan hingga Indonesia merdeka pun museum ini tetap terbengkalai. Hingga akhirnya pada tahun 1980, pihak pengelola museum berinisiatif memperbaiki dan merawat benda-benda koleksi yang tertinggal.

Mereka juga menambah dan terus melengkapi koleksi-koleksi museum. Tercatat, Museum Pos Indonesia menyimpan beragam koleksi yang berhubungan dengan sejarah pos dalam lima pemerintahan, yaitu masa Kompeni dan Bataafsche Republiek (1707-1803), masa pemerintahan Daendels (1808-1811), masa pemerintahan Inggris (1811-1816), masa pemerintahan Hindia Belanda (1866-1942), masa Jepang (1942-1945) dan masa Kemerdekaan.

Mengenal Sejarah Pos Indonesia dan Cerita Mistisnya - Foto 1
Museum Pos Indonesia indonesiakaya.com

Tak hanya itu saja, di sini juga ada prangko pertama di dunia bernama Penny Black. Diciptakan Inggris, prangko ini dicetak dengan warna hitam. Pada bagian atasnya ada tulisan postage, dan tulisan one penny (nominal prangko) pada bagian bawah.

Selain itu, Museum Pos Indonesia juga menyimpan prangko yang pertama kali diciptakan oleh pemerintah Hindia Belanda di Indonesia pada 1864. Tercatat, Museum Pos Indonesia menyimpan 131.000.000 keping perangko yang berasal dari berbagai negara, seperti Prancis, Jepang Italia, Belanda, dan masih banyak lagi.

Di bagian lain museum, terdapat surat emas, yakni surat-surat dari berbagai raja Nusantara hingga komandan dan jenderal Belanda yang sudah berusia ratusan tahun. Sebelumnya, surat-surat ini berada di salah satu museum di Inggris. Surat-surat ini berisi berbagai masalah perdagangan, ekonomi, dan politik.

Media yang digunakan untuk menulis juga beragam, dari kulit binatang, daun lontar, kertas atau bilah bambu.

Selain itu, ada juga 200 koleksi peralatannya, yakni berupa timbangan paket, alat cetak perangko, surat-surat berharga, armada pengantar surat, dan lain sebagainya. Mengutip laman resmi Asosiasi Museum Indonesia (AMI), museum ini juga memiliki ruang social center yang dapat diperuntukan bagi aneka kegiatan.

Mengenal Sejarah Pos Indonesia dan Cerita Mistisnya - Foto 2
Museum Pos Indonesia indonesiakaya.com

Dibalik sejarahnya, Museum Pos Indonesia punya cerita mistis. Para pengunjung mengaku merasa bahwa patung-patung di ruang bawah tanah sekilas seperti sedang melihat ke arah mereka. Rumornya patung-patung tersebut hidup pada malam hari.

Untuk melihat koleksi-koleksi sejarah ini, kamu bisa datang ke Jalan Cilaki No.73, Kota Bandung, Jawa Barat, pukul 09.00-16.00 WIB.[]