Rahmah

Mengenal Sahabat Nabi Abu Ubaidah bin al-Jarrah, Sahabat Nabi yang Dikenal Ramah

Sesungguhnya setiap umat itu ada orang yang kepercayaan. Orang yang paling terpercaya di tengah umatku adalah Abu Ubaidah bin al-Jarrah

Mengenal Sahabat Nabi Abu Ubaidah bin al-Jarrah, Sahabat Nabi yang Dikenal Ramah
Gambar hanya ilustrasi ( almrsal.com)

AKURAT.CO Memiliki nama lengkap Amir bin Abdullah bin al-Jarrah al-Fihri al-Qurasyi, sahabat Nabi yang lebih dikenal dengan Abu Ubaidah ini merupakan sosok yang sangat amanah, bahkan Rasulullah SAW sendiri memberikan kesaksian langsung untuknya. Rasulullah SAW bersabda,

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَمِيْنًا، وَأَمِيْنُ هَذِهِ الأُمَّةِ أَبُو عُبَيْدَةَ بنُ الجَرَّاحِ

Artinya, “Sesungguhnya setiap umat itu ada orang yang kepercayaan. Orang yang paling terpercaya di tengah umatku adalah Abu Ubaidah bin al-Jarrah.” (HR. al-Bukhari 4382 dan Muslim 2419)

baca juga:

Ibnu Sa’ad dalam Tabaqat-nya menjelaskan, Abu Ubaidah lahir 40 tahun sebelum peristiwa hijrah, tepatnya tahun 584 M. Secara fisik, ia merupakan pria yang memiliki perawakan kurus, berwajah cekung, janggutnya tipis, berpostur tinggi bungkuk, dan patah gigi serinya.

Kendati berasal dari suku terhormat di Makkah, yaitu Quraisy, sedikit sekali riwayat yang menjelaskan kisah hidupnya sebelum memeluk Islam. Kisah-kisahnya lebih banyak ditemui tatkala dirinya sudah mejadi muslim.

Sebagai golongan yang pertama kali masuk Islam atau dikenal dengan as-sabiquna al-awalun (orang-orang yang lebih dulu masuk Islam), Abu Ubaidah memiliki kedudukan penting dalam Islam. Ia menjadi muslim setelah keislaman Abu Bakar as-Shiddiq.

Ia sendiri memeluk Islam di bawah ajakan Abu Bakar. Kemudian, bersama Abdurrahman bin Auf, Utsman bin Mazh’un, dan al-Arqam bin Abil Arqam, ia menemui Rasulullah SAW untuk menyampaikan keislamannya. Mereka inilah yang berikutnya menjadi fondasi kokoh dakwah Nabi saat itu.

Selain itu, Abu Ubaidah merupakan salah satu dari sepuluh orang sahabat yang dijamin akan masuk surga. Ia dua kali berhijrah, terlibat  dalam Perang Badar dan perang-perang setelahnya.

Ada peristiwa menarik di satu peperangan. Dikisahkan, saat Perang Uhud dan posisi Rasulullah sedang terpojok, helm yang dipakai beliau bengkok karena serangan musuh hingga giginya patah. Abu Ubaidah yang melihat pemandangan pilu itu segera menghampiri Nabi dan membantu melepaskan helmnya. Ia tetap teguh melindungi Rasulullah meski tentara perang sudah porak-poranda.

Selain terkenal dengan kisah heroiknya, Abu Ubaidah juga sosok sahabat yang sangat dipercayai Rasullah. Dalam satu hadis dijelaskan,

عَنْ حُذَيْفَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ أَهْلُ نَجْرَانَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا ابْعَثْ لَنَا رَجُلًا أَمِينًا فَقَالَ لَأَبْعَثَنَّ إِلَيْكُمْ رَجُلًا أَمِينًا حَقَّ أَمِينٍ فَاسْتَشْرَفَ لَهُ النَّاسُ فَبَعَثَ أَبَا عُبَيْدَةَ بْنَ الْجَرَّاحِ

Artinya, “Orang-orang Najran pernah datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘Ya Rasulullah, utuslah kepada kami seseorang yang jujur dan dipercaya’. Rasulullah bersabda, ‘Sungguh aku akan mengutus kepada kalian seseorang yang sangat jujur dan dapat dipercaya.’ Para sahabat merasa penasaran dan akhirnya menunggu-nunggu orang yang dimaksud oleh Rasulullah itu. Ternyata Rasulullah mengutus Abu Ubaidah bin Jarrah.” (HR Bukhari)[]

Sumber: Kisahmuslim.com