Lifestyle

Gede Banget! Rumah Betang Asli Kalimantan Barat Bisa Tampung 5-30 Kepala Keluarga

Rumah betang atau rumah radakng merupaka rumah khas suku dayaj, yang mampu menampung 150 orang atau 5-30 kepala keluarga atau lebih.


Gede Banget! Rumah Betang Asli Kalimantan Barat Bisa Tampung 5-30 Kepala Keluarga
Ilustrasi wisatawan di rumah betang (Dok. Pesona Indo)

AKURAT.CO, Suku Dayak merupakan salah satu suku asli yang mendiami Pulau Kalimantan. Seperti suku-suku lain yang ada di Indonesia, Suku Dayak memiliki rumah adat tersendiri dan sangat unik.

Rumah betang atau sering disebut rumah radakng di Kalimantan Barat, merupakan rumah ada khas Suku Dayak.

Biasanya, Rumah Betang dapat dijumpai di perkampungan Suku Dayak yang berada di sekitar hulu sungai. Bentuknya memanjang dan terbuat dari kayu. Pada umumnya, rumah betang dibuat hulunya menghadap timur dan hilirnya menghadap barat. Ini merupakan sebuah simbol bagi masyarakat Dayak. 

Hulu yang menghadap timur atau matahari terbit memiliki filosofi kerja keras yaitu bekerja sedini mungkin. Sedangkan hilir yang menghadap barat atau matahari terbenam, memiliki filosofi yakni tidak akan pulang atau berhenti bekerja sebelum matahari terbenam.

Dikutip dari jurnal Radakng sebagai Pusat Kebudayaan Suku Dayak di Kalimantan Barat (2019) karya Poltak Johansen, rumah betang adalah rumah adat khas Kalimantan yang terdapat di berbagai penjuru Kalimantan, terutama di daerah hulu sungai yang menjadi pusat pemukiman Suku Dayak.

Rumah betang harus memiliki ornamen yang khas, yakni terdiri dari tiang yang tingginya mencapai 3 hingga 5 meter. Di setiap rumah harus dipimpin oleh seseorang yang disebut Pambakas Lawu.

Bagian dindingmya terbuat dari kayu dengan arsitektur jengki dan atap pelana memanjang. Rumah ini juga hanya menggunakan kayu khusus yang berasal dari Kalimantan, yakni kayu ulin. 

Ornamen dan hiasan yang menjadi ciri khas rumah betang tampak pada ruangan paling depan. Di sana, biasanya ada sejenis totem yang disebut sapundu. Totem ini digunakan untuk mengikat binatang ketika dilakukan upacara adat.

Dikutip dari laman Get Borneo, rumah betang mampu menampung 150 orang atau 5-30 kepala keluarga, bahkan lebih dari itu.

Bisa dibayangkan, hidup dalam satu atap membuat 5-30 kepal keluarga terus dapat berkomunikasi dan menjaga tali kekerabatan. Bahkan, saling melindungi serta saling membantu dalam hal apapun seperti ekonomi, pekerjaan dan lain sebagainya.

Meski dihuni banyak orang, pembagian ruangan rumah betang tidaklah sembarangan. Setiap ruang memiliki fungsi masing-masing. Ada ruang yang disebut sebagai sado, yakni tempat untuk musyawarah.

Kemudian, ada ruang yang disebut padong yang digunakan sebagai ruang keluarga dan ruang tamu. Kemudian, di bagian tengah tidak boleh ada yang mendiami selain ketua atau sesepuh adat.[]