Lifestyle

Mengenal Rosacea yang Diderita Maia Estianty

Musisi Senior Maia Estianty belum lama ini mengumumkan tentang penyakit kulit yang dideritanya selama ini, yakni rosacea


Mengenal Rosacea yang Diderita Maia Estianty
Potret Maia Estianty di pesawat jet pribadinya. (Instagram/maiaestiantyreal)

AKURAT.CO, Musisi Senior Maia Estianty belum lama ini mengumumkan tentang penyakit kulit yang dideritanya selama ini. Maia mengaku bahwa dirinya memiliki penyakit langka yang sulit disembuhkan.

"Aku tuh punya penyakit Rosacea, penyakit kulit yang selalu merah dan susah disembuhkan," ujar Maia di kanal YouTube Maia Al El Dul TV, dikutip pada Sabtu, (18/9).

Lebih lanjut, Maia menjelaskan bahwa penyakit rosacea yang dideritanya itu termasuk penyakit keturunan. Dimana penyakit itu nampak seperti jerawat, tapi bukan jerawat.

"Sebenernya, aku menderita penyakit rosacea. Rosacea itu penyakit kulit keturunan yang nampaknya jerawat, tapi nggak. Kulitnya itu merah dan susah disembuhin, dan bahkan gak bisa disembuhkan," kata Maia.

Maia juga mengungkapkan bahwa dirinya sering melakukan perawatan, bahkan Maia memiliki klinik kecantikan untuk merawat wajahnya. Mengingat wajahnya yang sering kemerahan jika berada di cuaca panas, maupun dingin.

"Makanya aku sering ke klinik karena aku butuh untuk treatement itu supaya nggak merah. Karena kalau kena panas dikit, merah. Kena dingin dikit, merah. Kena apa dikit, merah. Jadi buat kalian yang memiliki rosacea, orang bilang beruntusan, bukan beruntusan," ucapnya.

Lalu, apa itu penyakit rosacea? Sebagaimana dilansir laman American Academy of Dermatology (AAD), rosacea membuat kulit mudah memerah.

Rosacea lebih dari sekadar kemerahan biasa. Ada empat tipe rosacea dilihat dari tanda dan gejalanya.

  • Erythematotelangiectatic rosacea, gejalanya seperti kemerahan, semburat merah dan pembuluh darah yang terlihat jelas.
  • Papulopustular rosacea, gejalan seperti kemerahan, bengkak dan mirip jerawat parah.
  • Phymatous rosacea, gejalanya seperti penebalan kulit dan tekstur tidak rata.
  • Ocular rosacea, gejalanya seperti mata memerah dan iritasi, kelopak mata bengkak.

Kemerahan karena rosacea, bisa perlahan menyebar di area hidung dan pipi hingga area dahi dan dagu. Bahkan, kondisi ini juga tampak di telinga, dada dan punggung.

Rosacea bisa dialami siapapun, baik perempuan maupun laki-laki. Namun, kasus paling umum terjadi pada perempuan paruh baya dan berkulit terang.

Menurut laman Mayo Clinic, penyebab pasti rosacea belum ditemukan. Namun, ada yang menyebut penyebabnya kemungkinan sistem imun yang terlalu aktif, keturunan, faktor lingkungan atau kombinasi semuanya.

Tidak seperti jerawat, rosacea tidak berhubungan dengan kebersihan kulit. Rosacea tidak menular.

Lalu, penanganan rosacea tidak bertujuan untuk menyembuhkan atau menghilangkan penyakit. Obat-obatanyan hanya digunakan untuk mengurangi gejala. Kemudian untuk bekas rosacea, bisa dibantu dengan terapi laser seperti perawatan yang dilakukan Maia.