Tech

Mengenal PIKA, Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial Besutan BPPT

Artifisial yang diinisiasi BPPT ini diharapkan bisa menjadi wadah dalam mengakselerasi pemanfaatan KA di Indonesia


Mengenal PIKA, Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial Besutan BPPT
Mengenal PIKA, Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial Besutan BPPT

AKURAT.CO, Dibalik keterpurukan akibat pandemi, disadari bahwa setahun ini dunia mengalami banyak sekali percepatan transformasi digital yang merubah budaya aktivitas maupun bekerja.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza dalam Kuliah Umum Universitas Syiah Kuala mengatakan bahwa cara membawa Indonesia menjadi negara maju adalah dengan penguasaan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Pasalnya, majunya negara terlihat dari seberapa jauh negara tersebut menguasai teknologi kecerdasan buatan.

Untuk itu, pada 21 Januari 2021 lalu BPPT meluncurkan Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial (PIKA) sebagai wadah akselerasi pemanfaatan kecerdasan artifisial di Indonesia.

baca juga:

PIKA merupakan wadah bagi semua unsur quad helix yaitu Pemerintah, Industri, Akademisi, dan Komunitas dalam berkolaborasi pada riset dan inovasi KA dengan memaksimalkan seluruh sumber daya riset dan inovasi nasional.

Sebagai langkah awal pemanfaatan super komputer adalah penggunaan kecerdasan artifisial di bidang kebencanaan. BPPT telah membangun sistem berbasiskan KA, yakni PEKA Api dan PEKA Tsunami untuk memprediksi potensi terjadinya tsunami pada saat ada gempa, serta memprediksi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan agar bisa dilakukan langkah-langkah mitigasi.

Kedua sistem yang dibangun tersebut sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan akurat untuk meminimalisir dampak bencana, maupun untuk menghindari terjadinya bencana.

“Indonesia masih memiliki beberapa tantangan untuk mengembangkan KA, seperti dari segi kesiapan regulasi yang mengatur etika penggunaan, kesiapan tenaga kerja, kesiapan infrastruktur dan data pendukung pemodelan, serta kesiapan industri dan sektor publik dalam mengadopsi inovasi KA”, ujar Hammam dilansir dari bppt.go.id (3/3).

Karena itu, Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial yang diinisiasi BPPT ini diharapkan bisa menjadi wadah dalam mengakselerasi pemanfaatan KA di Indonesia, serta memberikan manfaatnya bagi masyarakat luas dan mendukung pertumbuhan ekonomi untuk kesejahteraan bangsa.

Yusuf Tirtayasa

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first