News

Mengenal Pierre Tendean, Ajudan Nasution Incaran Kaum Hawa

Pierre adalah ajudan Nasution yang paling sering mendampingi.


Mengenal Pierre Tendean, Ajudan Nasution Incaran Kaum Hawa
Lettu Pierre Tendean (Istimewa)

AKURAT.CO, Pierre Andries Tendean adalah seorang perwira militer Indonesia yang menjadi salah satu korban peristiwa Gerakan 30 September pada tahun 1965. Lettu Pierre Tendean adalah ajudan Jenderal Besar AH Nasution.

Pierre Tendean harus tewas saat Pasuka Cakrabirawa masuk ke AH Nasution. Pierre Andries Tendean merupakan anak dari pasangan A.L Tendean seorang dokter dari Minahasa dan M.E Cornet, wanita Indo berdarah Perancis.

Dikutip dari historia.id, Pierre adalah ajudan Nasution yang paling sering mendampingi. Bahkan Pierre disebut punya daya pemikat, khususnya bagi kaum hawa.

Ceritanya, saat itu, 1 Oktober 1965, Jenderal Abdul Haris Nasution berkunjung ke Bandung. Nasution diundang memberikan ceramah kepada anggota Resimen Mahasiswa Batalyon Universitas Padjajaran. Dalam acara itu, Nasution dikawal oleh seorang ajudannya yang berparas indo.

“Yang mendampingi saya adalah adalah ajudan yang paling muda, Letnan Satu Pierre Tendean. Ia terhitung pemuda yang ganteng, dan terus ia saja menjadi sasaran kerumunan para mahasiswa,” kenang Nasution dalam memoarnya Memenuhi Panggilan Tugas Jilid 6: Masa Kebangkitan Orde Baru, dikutip dari historia.id, Rabu (30/9/2020).

Wajah Indo-Prancis yang membuat paras Pierre jadi magnet kaum hawa. Berbadan tegap mengawal seorang jenderal penting di jajaran angkatan bersenjata. Perempuan yang penasaran sering berbisik dan bertanya, siapa sosok pemuda tampan yang mengajudani Jenderal Nasution itu?

Pierre saat itu mendampingi Nasution di Bandung, yang menjadi tugas terakhir pengawalannya. Para peserta memang mendengar pidato atau ceramah dari sang jenderal tetapi mata mereka teralihkan ketika melihat sosok Pierre Tendean.

Dan saat itu muncul istilah yang populer, “Telinga kami untuk Pak Nas, tetapi mata kami untuk ajudannya.”

Rebutan para Jenderal