Lifestyle

Mengenal Pernikahan Adat Sunda, Penuh Makna dan Sarat Doa Orang Tua

Meskipun zaman sudah modern, masyarakat Sunda tetap melakukan serangkaian acara adat saat menikah. Inilah prosesi pernikahan adat Sunda


Mengenal Pernikahan Adat Sunda, Penuh Makna dan Sarat Doa Orang Tua
Prosesi pernikahan adat Sunda (Instagram.com/nocture.co)

AKURAT.CO  Setiap suku di Indonesia masih menjalankan tradisi yang telah diturunkan secara turun temurun oleh nenek moyang mereka, termasuk Sunda. Salah satu tradisi yang masih banyak dipegang teguh hingga kini adalah adat pernikahan. Meskipun zaman sudah modern, masyarakat Sunda tetap melakukan serangkaian adat saat menikah. 

Yuk mengenal prosesi pernikahan adat Suku Sunda, yang telah dirangkum Akurat.co berikut ini, Rabu (15/9/2021): 

Neundeun omong

Prosesi pertama adalah neundeun omong atau menyimpan janji. Pada tahap ini pria datang ke rumah wanita dan bertemu orang tuanya. Pria kemudian mengungkapkan niatnya untuk melamar sang wanita. Pertemuan ini biasanya dilakukan secara informal.

Pada zaman duku pertemuan ini dilakukan untuk memastikan sang wanita belum mengikat hubungan atau menerima lamaran pria lain. Jika belum, maka penjajakan sebelum melamar akan dilakukan.

Narosan

Proses selanjutnya adalah proses lamaran yang dikenal dengan narosan. Dalam proses ini pria membawakan cincin belah rotan atau biasanya disebut meneng sebagai tanda ikatan. Dahulu, tanda ikatan menggunakan ikat pinggang dari kain yang berwarna polos hijau atau kuning keemasan. Kain ini melambangkan adanya ikatan secara lahir dan batin dari kedua belah pihak.

Selain membawa tanda pengikat, pria juga akan  menyerahkan sirih lengkap ( daun sirih, apu atau kapur sirih), dan gambir, seperangkat busana untuk calon mempelai wanita dan uang pengikat (panyangcang) sebagai tanda pihaknya  bersedia untuk ikut membiayai pernikahan. Pertemuan ini  pun dilakukan secara formal. Oleh sebab itu, pria tidak datang sendiri melainkan membawa keluarga besarnya, juga seorang yang sudah lanjut usia  sebagai perwakilan atau juru bicara.

Nyandakeun