Lifestyle

Mengenal Peringatan Ulang Tahun Pertama dari Jawa 'Selapanan'

Mengenal Peringatan Ulang Tahun Pertama dari Jawa 'Selapanan'
Ilustrasi bayi (UNSPLASH/Kelly Sikkema)

AKURAT.CO, Peringatan hari kelahiran untuk yang pertama kali, merupakan peringatan yang istimewa bagi masyarakat Jawa. Sebab, peringatan ini disamakan dengan peringatan hari ulang tahun untuk yang pertama kali. 

Peringatan ini kerap kali disebut dengan nepton permata atau selapanan. Sebagian besar orang menyatakan bahwa selapanan adalah acara mencukur rambut bayi.

Selapanan berasal dari bahasa Jawa yang berarti 35 hari. Selapanan adalah ritual yang dilakukan untuk bayi yang sudah menginjak usia 35 hari berada di dunia. 

baca juga:

Tradisi selapanan bertujuan untuk mengingatkan bahwa sang anak sudah bertambah umur. Hal ini berarti bahwa si anak mengalami suatu perubahan, mulai dari perubahan fisik, perubahan batin, hingga perubahan mental. 

Acara yang dilakukan ketika sang bayi berusia 35 hari atau selapan ini dihitung sesuai dengan hitungan kalender Jawa. 

Dikutip dari Kitab Primbon Jawa Serbaguna karya R. Gunisasmita, verdasarkan kalender Jawa, masyarakat Jawa menghitung hari dalam hitungan minggu sebanyak tujuh hari dan hitungan pasaran yang mana satu pasaran memiliki jumlah lima hari seperti Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi.

Perhitungan selapan didapatkan dari hasil perkalian antara tujuh dan lima yang menghasilkan 35 hari Pada hari ke-35 dalam kalender Jawa, diperoleh pertemuan angka kelipatan antara tujuh dan lima. 

Pada hari ini juga, hari weton si bayi akan berulang. Sebagai contoh, jika sang bayi lahir pada Rabu Legi, bayi tersebut selapanannya akan jatuh tepat pada hari Rabu Legi pula.

Sebelum acara selapanan dilangsungkan, biasanya para warga pada sore hari bergotong-royong membuat tumpeng yang berisi makanan atau dikenal pula dengan bancakan.