Lifestyle

Mengenal Perbedaan Tugas Bidan dan Dokter Kandungan Di Hari Bidan Nasional

Hari Bidan Nasional diperingati setiap tanggal 24 Juni. Berikut perbedaan tugas Bidan dan Dokter Spesialis Kandungan


Mengenal Perbedaan Tugas Bidan dan Dokter Kandungan Di Hari Bidan Nasional
Ilustrasi bidan (Unsplash/Christian Bowen)

AKURAT.CO  Hari Bidan Nasional diperingati setiap tanggal 24 Juni. Profesi bidan sudah tidak asing lagi karena banyak membantu masyarakat dapat proses melahirkan anak.

Dikutip dari laman resmi Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (Promkes) Kementerian Kesehatan (Kemkes), peringatan Hari Bidan Nasional jatuh pada Rabu (24/6/2022). 

Tanggal 24 Juni bertepatan dengan lahirnya IBI. Dilansir dari laman resmi IBI, pada tahun 1951, IBI dikukuhkan melalui konferensi bidan pertama yang diselenggarakan di Jakarta, 24 Juni 1951. 

baca juga:

Konferensi tersebut diprakarsai oleh bidan-bidan senior yang berdomisili di Jakarta. Konferensi bidan pertama ini menghasilkan pendirian sebuah organisasi profesi bernama IBI.

Bersamaan dengan peringatan hari lahir IBI ke-71, Hari Bidan Nasional 2022 yang jatuh pada Jumat (24/6/2022) mengangkat tema "Perjuangan Panjang Profesi Bidan Mewujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Maju".

Dikutip dari laman Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Bidan adalah perempuan lulusan dari pendidikan bidan serta diakui oleh pemerintah dan organisasi profesi wilayah Negara Republik Indonesia. 

Seorang bidan adalah orang yang telah memiliki kompetensi dan kualifikasi teregister, sertifikasi, dan atau secara salah mendapat lisensi untuk perjalanan praktik kebidanan.

Sebagai tenaga professional dalam dunia kesehatan, bidan mempunyai tanggung jawab dan akuntabel dalam dunia kesehatan, antara lain:

Memberikan dukungan, asuhan, dan nasehat selama masa kehamilan wanita, masa persalinan dan masa nifas

Memfasilitasi dan memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri

Memberikan asuhan kepada bayi. Asuhan ini mencakup upaya pencegahan, promosi persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak, dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan tindakan kegawat-daruratan

Mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan, tidak hanya kepada perempuan, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat

Memberikan konseling dengan kegiatan mencakup pendidikan antenatal dan persiapan menjadi orang tua serta dapat meluas pada kesehatan perempuan, kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi dan asuhan anak.

Secara umum, bidan hanya dapat melakukan pemeriksaan kehamilan rutin pada ibu hamil dan janin yang sehat dan normal.

Untuk kehamilan yang bermasalah, penanganan dilakukan secara langsung oleh dokter spesialis kandungan.

Berikut ini  beberapa macam pemeriksaan dan tindakan, yang hanya dapat dilakukan oleh dokter kandungan ketika menangani ibu hamil:

Melakukan pemeriksaan kehamilan untuk memantau kesehatan ibu dan janin, misalnya pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti tes darah, tes urine, dan pemeriksaan USG selama kehamilan hingga menjelang persalinan

Memberikan informasi penting kepada ibu hamil mengenai kondisi kehamilannya serta tips atau edukasi agar ibu hamil tetap sehat selama menjalani kehamilan

Mengatasi keluhan yang umum dirasakan saat hamil, misalnya morning sickness, nyeri punggung dan kaki, mulas, serta mudah lelah

Meresepkan obat-obatan dan suplemen kehamilan untuk mengatasi keluhan yang dialami ibu hamil dan membantu melengkapi kebutuhan nutrisi saat hamil

Memberikan penjelasan dan pilihan rencana proses persalinan yang terbaik bagi ibu hamil

Merawat dan memantau kondisi ibu hamil dan janin selama kehamilan, proses persalinan, serta setelah bersalin