Lifestyle

Mengenal Penyakit Sindrom Lorong Karpal yang Mengintai Pekerja WFH

Salah satu masalah kesehatan yang mengintai para pekerja WFH adalah sindrom lorong karpal


Mengenal Penyakit Sindrom Lorong Karpal yang Mengintai Pekerja WFH
Ilustrasi pergelangan tangan (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Sudah setahun lebih kita harus melakukan berbagai kegiatan di rumah, termasuk bekerja atau Work From Home (WFH). Tentu banyak dampak yang kita alami, baik dari segi kesehatan mental maupun kesehatan fisik.

Salah satu masalah kesehatan fisik yang mengintai bagi para pekerja yang sedang WFH adalah sindrom lorong karpal atau carpal tunnel syndrome (CTS). CTS masuk dalam masalah kesehatan yang sering menimpa para pekerja, yang melakukan gerakan berulang, khususnya jari dan pergelangan tangan seperti mengetik.

Dilansir dari Boldsky, CTS adalah kondisi umum yang disebabkan ketika saraf median yang terkompresi saat melewati tangan. Saraf median merupakan cabang saraf yang memasok sebagian besar fleksor superfisial dan di dalam lengan bawah, otot tenar, dan lumbrical. Nah, sisi telapak tangamu ini disebut lorong karpal.

Jadi, saraf median yang memengaruhi kemampuan tanganmu untuk merasakan jari telunjuk, ibu jari, jari tengah, dan bagian dari jari manis serta memasok impuls, yang kemudian diteruskan ke ibu jari.

CTS bisa menyebabkan rasa sakit, mati rasa, dan kesemutan di tangan dan lengan. CTS dapat terjadi pada satu tangan bahkan kedua tanganmu.

Dalam kebanyakan kasus, CTS bisa memburuk dari waktu ke waktu dan dapat merusak saraf medianmu. Kondisi ini disebabkan oleh tekanan pada saraf medianmu, karena adanya pembengkakan dan peradangan.

Beberapa penyebab atau kondisi paling umum yang berhubungan dengan CTS adalah tekanan darah tinggi, retensi cairan dari kehamilan atau menopause, disfungsi tiroid, diabetes fraktur atau trauma pada pergelangan tangan seperti gangguan autoimun.

Tak hanya itu, aktivitas yang membutuhkan gerakan tangan berulang-ulang seperti mengetik pada keyboard, bermain piano, serta faktor keturunan juga bisa menjadi penyebab dari CTS.

Beberapa penelitian bahwa wanita memiliki risiko tiga kali lebih besar terkena CTS dibandingkan dengan pria. Selain itu, kebanyakan orang yang terkena CTS berada di rentang usia antara 30-60 tahun.

Penyakit ini juga sangat dipengaruhi dengan gaya hidup dan kebiasaan tertentu seperti merokok, kurang gerak, serta kelebihan berat badan. Penderita diabetes, tekanan darah tinggi, dan radang sendi juga memiliki risiko yang besar terhadap CTS.

Untuk mengetahui CTS memang diperlukan pemeriksaan secara media oleh dokter. Cara mendiagnosisnya berupa tes fisik dan beberapa tes lainnya.

Jadi, apabila lengan tanganmu mengalami sakit, mati rasa dan sering kesemutan saat WFH, konsultasikan secepatnya ke dokter saraf di rumah sakit terdekat.