Lifestyle

Mengenal Peninggalan Sejarah Zaman Purba Megalitikum di Lembah Bada

Terdapat beberapa jenis bentuk peninggalan masa purba megalitikum yang terdapat di lembah Bada, jenis-jenis bentuk peninggalan tersebut adalah antara lain


Mengenal Peninggalan Sejarah Zaman Purba Megalitikum di Lembah Bada
Potret Patung Menhir di Lembah Bada, Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah (Instagram/hullopi_elly)

AKURAT.CO Potensi sebaran peninggalan sejarah purbakala di Sulawesi Tengah, menggambarkan sisa-sisa kejayaan masyarakat di wilayah ini. Untuk menumbuhkan minat dan apresiasi masyarakat terhadap objek peninggalan sejarah purbakala atau prasejarah, dilakukan melalui beberapa cara, seperti pelestarian dan penyelamatan, dokumentasi, perlindungan, pengamanan, pengelolaan, dan pemanfaatan. Salah satu langkah awal dari pelestarian dan penyelamatan data-data purbakala di lapangan yang sangat berharga adalah melalui tahapan penelitian yang intensif.

Dikutip dari laman Museum Nasional, menurut Arkeolog yang telah lama melakukan penelitian arkeologi sekaligus Wakil Museum Daerah Provinsi Sulawesi Tengah yakni Iksam menuliskan bahwa penelitian peninggalan arkeologi prasejarah di Sulawesi Tengah telah dilakukan oleh para peneliti bangsa Eropa sejak akhir abad 19, yang dimulai oleh Adriani dan A.C. Kruyt dalam tulisannya “Van Poso naar Parigi een Lindoe” pada tahun 1898. 

Kemudian pada tahun 1938 Kruyt menerbitkan tulisannya “De West Toradjas in Midden Celebes”, dalam tulisan tersebut Kruyt menyebutkan beberapa tinggalan arkelogis di Kulawi seperti kalamba di Gimpu, batu dulang di Mapahi, dan peti kubur kayu di Danau Lindu, Sulawesi Tengah. 

Kemudian, seorang peneliti berkebangsaan Swedia pada tahun 1938 yakni Walter Kaudern, menebitkan tulisannya “Megalithic Finds in Central Celebes” dan sebuah tulisan tentang etnografi berjudul “Structure and Settlements inCentral Celebes”. 

Iksam menuliskan, penelitian potensi arkeologi oleh peneliti Indonesia pertama kali dilakukan pada tahun 1976 oleh Tim Proyek Penelitian dan Peninggalan Purbakala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Tim dipimpin oleh seorang arkeolog Haris Sukendar dan dalam penelitiannya sempat melakukan ekskavasi awal pada situs Suso di Padang Tumpuara, Lembah Bada, Kabupaten Poso.Menurut Iksam, situs-situs megalitik yang terdapat

Menurut Iksam, situs-situs megalitikum di lembah Bada dan lembah Napu, di Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah yang berada lebih dekat dengan permukaan air laut sekitar 1000-1200 mdpl, memiliki usia situs megalitikum yang 2000 tahun lebih muda dibandingkan dengan situs megalitikum di Lembah Lore dan Lembah Bosua, di Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah.

Terdapat beberapa jenis bentuk peninggalan masa purba megalitikum yang terdapat di lembah Bada, jenis-jenis bentuk peninggalan tersebut adalah antara lain:

Patung Menhir

Patung atau yang kebanyakan menyerupai bentuk manusia dengan penggambaran yang berbeda-beda. Ada yang digambarkan secara utuh dari kaki hingga kepala, badan hingga kepala dan hanya bagian kepala saja.