Lifestyle

Mengenal Lagi Pebedaan HIV Dan AIDS di Hatri AIDS Sedunia

Masih banyak masyarakat yang masih menganggap HIV dengan AIDS sebagai hal yang sama. Padahal, HIV dan AIDS mengambarkan dua kondisi yang berbeda


Mengenal Lagi Pebedaan HIV Dan AIDS di Hatri AIDS Sedunia
HIV/AIDS (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Hari AIDS Sedunia diperingati setiap tanggal 1 Desember, membawa pesan genting terkait penanganan dan pencegahan HIV-AIDS di masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan laporan terbaru dari UNAIDS, kematian disebabkan HIV-AIDS bertambah 7,7 juta dalam 10 tahun ke depan, jika akses mendapatkan pengobatan belum terjangkau dan merata.

Direktur Eksekutif UNAIDS, Winnie Byanyima mengatakan bahea proses penanggulangan HIV-AIDS terbentur dengan penanganan pandemi Covid-19. 

Winnie Byanyima mengatakan, pembatasan mobilitas masyarakat menghambat pencegahan dan pengobatan HIV di populasi rentan di tengah pandemi Covid-19. Program edukasi di sekolah pun terhenti gara-gara pandemi.

"Sudah saatnya pemimpin-pemimpin dunia mengambil sikap. Kita tidak bisa memilih untuk mengatasi Covid-19 atau AIDS saja hari ini. Keduanya harus dilakukan bersamaan jika ingin sukses," tutur Byanyima, dalam keterangan resmi di situs UNAIDS, dikutip pada Rabu (01/12).

Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang masih menganggap HIV dengan AIDS sebagai hal yang sama. Padahal, HIV dan AIDS mengambarkan dua kondisi yang berbeda, meski saling berhubungan.

HIV merupakan singkatan dari human immunedeficiency virus, virus ini menyerang sistem imun tubuh manusia. 

Akibat imun yang lemah karena virus HIV, tubuh tidak bisa bekerja secara efektif dan rentan terkena penyakit.

"Virus yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh manusia menurun. Ingat, hanya ada pada manusia. Jadi, virus ini hanya ditularkan dari manusia yang satu ke manusia  lain," ujar Maya Trisiswati MKM, dalam workshop kesehatan, yang dihadiri Akurat.co.

Menurut Maya, jika tidak diobati, HIV akan berlanjut menjadi AIDS. Adapun AIDS adalah singkatan dari acquired immune deficiency syndrome.

"AIDS artinya kumpulan gejala yang timbul ketika sistem kekebalan tubuh menurun. Nah, sistem kekebalan tubuh itu menurun disebabkan oleh virus HIV," sambung Maya. 

Namun, seseorang yang terinfeksi HIV tidak langsung serta merta disebut mengalami AIDS. Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk masuk ke fase AIDS, tergantung kondisi individu yang terinfeksi. 

Selain itu, tidak semua orang yang terinfeksi HIV masuk dalam fase AIDS.

"Orang yang HIV, dia masih membutuhkan waktu untuk masuk ke fase AIDS. Seseorang yang terinfeksi HIV, bisa saja dia tidak masuk AIDS," tegas Maya.

HIV memang tidak bisa hilang dari tubuh manusia, namun bisa ditekan dengan konsumsi antiretroviral (ARV), seumur hidup dan secara teratur.

"Ketika dia (seseorang yang terinfeksi HIV) mengonsumsi ARV, obat yang mengendalikan perkembangbiakan virus," tuturnya.[]