Lifestyle

Mengenal Obat dan Cara Cegah Hepatitis di Hari Hepatitis Sedunia

hepatitis menjadi penyakit akibat infeksi virus nomor dua ya ng menyebabkan kematian di dunia setelah TBC. Padahal, dapat dicegah dan diobati


Mengenal Obat dan Cara Cegah Hepatitis di Hari Hepatitis Sedunia
Ilustrasi pengambilan darah (Unsplash/Hush Naidoo)

AKURAT.CO, Hepatitis merupakan salah satu penyakit berbahaya yang perlu diwaspadai. Bukan tanpa alasan, menurut organisasi kesehatan dunia, penyakit ini mampu merenggut nyawa satu orang setiap 30 detik.

Dengan catatan tersebut, dibutuhkan perhatian dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan baik, agar terhindar dari penyakit dengan risiko kematian akibat penyakit ini.

WHO mengadakan peringatan Hari Hepatitis Sedunia pada 28 Juli, setiap tahunnya, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Setiap tahunnya, WHO mengangkat tema yang berbeda-beda untuk memperingati peristiwa 28 Juli sebagai Hari Hepatitis Sedunia ini. 

Peringatan Hari Hepatitis Sedunia di tengah pandemi Covid-19 pada tahun ini mengusung tema Hepatitis Can't Wait atau Hepatitis Tak Bisa Menunggu.

Tema ini diangkat WHO untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya hepatitis yang masih menjadi salah satu penyakit dengan jumlah penderita terbanyak di dunia. Di tengah kasus penyebaran Covid-19, hepatitis juga tak berhenti dan terus menjangkiti manusia.

Masyarakat secara umum perlu mengetahui berbagai informasi mengenai penyakit ini. Dengan mengetahui hal ini, kamu bisa membantu mengedukasi orang-orang di sekitar soal pentingnya menjaga kesehatan bersama. Terlebih lagi jika anggota keluarga atau orang di lingkungan terdekat mengidap penyakit ini.

Sebab, hepatitis menjadi penyakit akibat infeksi virus nomor dua yang menyebabkan kematian di dunia setelah tuberkulosis atau TBC. WHO mencatat, sebanyak 325 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi hepatitis tipe B dan C, dua jenis hepatitis paling umum penyabab kematian. Padahal, dapat dicegah dan diobati, jika ditangani sedini mungkin.

Pengobatan hepatitis ditentukan oleh jenis dan seberapa akut atau kronis infeksi yang dialami. Berikut perawatan yang bisa dilakukan oleh pasien hepatitis, yang dilansir dari Healthline.

Hepatitis A

Hepatitis A biasanya tidak memerlukan pengobatan karena merupakan penyakit jangka pendek. Istirahat total selalu dianjurkan untuk mengobati penyakit ini. Namun, apabila pasien hepatitis A mengalami muntah atau diare, segaralah konsultasi ke dokter. 

Vaksin hepatitis A juga sudah tersedia untuk mencegah infeksi ini. Kebanyakan anak mulai vaksinasi antara usia 12 dan 18 bulan, terdiri dari dua vaksin. Vaksinasi hepatitis A juga tersedia untuk orang dewasa dan dapat dikombinasikan dengan vaksin hepatitis B.

Hepatitis B

Meski hepatitis B akut tidak memerlukan pengobatan khusus, Hepatitis B kronis diobati dengan antivirus. Bentuk pengobatan ini bisa memakan biaya karena harus dilanjutkan selama beberapa bulan atau tahun. Pengobatan untuk hepatitis B kronis juga memerlukan evaluasi dan pemantauan medis rutin untuk menentukan apakah virus merespons pengobatan. Oleh karena itu, 

Namun jangan khawatir, hepatitis B dapat dicegah dengan vaksinasi. CDC America merekomendasikan vaksinasi hepatitis B untuk semua bayi baru lahir. 

Rangkaian tiga vaksin biasanya diselesaikan selama enam bulan pertama masa kanak-kanak. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk semua tenaga kesehatan dan medis.

Hepatitis C

Obat antivirus digunakan untuk mengobati bentuk hepatitis C akut dan kronis. Orang yang memiliki hepatitis C kronis biasanya diobati dengan kombinasi terapi obat antivirus. 

Sementara itu, orang yang mengalami sirosis (jaringan parut pada hati) atau penyakit hati akibat hepatitis C kronis dapat menjadi kandidat untuk transplantasi hati. Saat ini, tidak ada vaksinasi untuk hepatitis C.

Hepatitis D

Tidak ada obat antivirus untuk pengobatan hepatitis D saat ini. Menurut sebuah studi tahun 2013, obat yang disebut Interferon alfa dapat digunakan untuk mengobati hepatitis D tetapi hanya menunjukkan peningkatan pada sekitar 25-30 persen orang.

Namun, hepatitis D dapat dicegah dengan mendapatkan vaksinasi untuk hepatitis B karena infeksi hepatitis B dapat berkembang menjadi hepatitis D.

Hepatitis E

Saat ini, tidak ada terapi medis khusus yang tersedia untuk mengobati hepatitis E. Orang dengan hepatitis jenis ini sering disarankan untuk cukup istirahat, minum banyak air, mendapatkan nutrisi yang cukup, dan menghindari alkohol. 

Namun, wanita hamil yang mengalami infeksi ini memerlukan pemantauan dan perawatan yang ketat.

Hepatitis Autoimun

Kortikosteroid, seperti prednison atau budesonide, sangat penting dalam pengobatan awal hepatitis autoimun. Obat itu efektif pada sekitar 80 persen orang dengan hepatitis autoimun. Namun, azothioprine (jenis steroid), obat yang menekan sistem kekebalan, sering disertakan dalam pengobatan dengan prednison dan budesonide. 

Ribet sekali yaa mengobati hepatitis?

Oleh karena itu, kamu harus mencegah penyakit ini berada dalam tubuhmu dan orang sekitarmu. Berikut tips mencegah penyakit hepatitis, antara lain:

Jaga kebersihan

Menjaga kebersihan adalah salah satu cara utama untuk menghindari tertular hepatitis A dan E. Jika bepergian ke negara berkembang, hindarilah air lokal atau air tanah, es batu, kerang dan tiram mentah atau setengah matang, buah dan sayuran mentah.

Sedangkan hepatitis B, C, dan D yang ditularkan melalui darah yang terkontaminasi dapat dicegah dengan tidak berbagi jarum suntik, tidak berbagi pisau cukur, tidak menggunakan sikat gigi orang lain, tidak menyentuh darah. 

Hepatitis B dan C juga dapat tertular melalui hubungan seksual dan kontak seksual intim. Oleh karena itu, kamu dan pasangan harus mempraktikkan seks aman dengan menggunakan kondom sehingga mengurangi risiko infeksi.

Vaksin

Vaksin merupakan kunci penting untuk mencegah hepatitis. Vaksinasi tersedia untuk mencegah perkembangan hepatitis A dan B. Vaksinasi untuk hepatitis E ada di China, tidak tersedia di Amerika Serikat.[]