Lifestyle

Mengenal Myiasis, Infeksi Belatung di Tubuh Manusia

Myiasis usus merupakan hasil dari konsumsi makanan yang terkontaminasi dengan telur atau larva lalat.


Mengenal Myiasis, Infeksi Belatung di Tubuh Manusia
Ilustrasi - Mengenal Myiasis, Infeksi Belatung di Tubuh Manusia (Freepik/ViDIstudio)

AKURAT.CO,  Apakah kamu pernah mendengar tentang penykit myasis? Myiasis berasal dari kata Yunani Myia, yang berarti lalat. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh F. W. Hope pada tahun 1840 dan merujuk kepada penyakit yang berasal dari larva diptera atau belatung. 

Melansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), myiasis adalah infestasi tubuh manusia dan hewan lain dengan larva (belatung) spesies lalat tertentu. Myiasis biasanya terjadi di daerah tropis, di mana lalat sangat banyak. Menurut Britannica, infestasi dapat terjadi di usus dan superfisial.

Myiasis usus merupakan hasil dari konsumsi makanan yang terkontaminasi dengan telur atau larva lalat. Ini dapat menghasilkan kram, mual, muntah, dan diare. Namun, dalam waktu singkat, organisme dihancurkan oleh cairan gastrointestinal dan dikeluarkan melalui feses.

baca juga:

Sementara myiasis superfisial terjadi ketika lalat, tertarik pada luka terbuka/terinfeksi atau kotoran berbau busuk dari mata, telinga, hidung, mulut, atau bahkan vulva (bagian luar dari alat kelamin wanita, termasuk vagina), kemudian bertelur di area tersebut. Adapun infestasi daerah vulva jarang terjadi, dan hanya sedikit  literatur yang menjelaskan tentang kondisi ini.

Lalat juga dapat “menitipkan” telurnya ke nyamuk, jenis lalat lain, atau kutu. Sehingga saar serangga tersebut menggigit manusia, larva dapat masuk ke dalam kulit. 

Larva menetas dan memakan jaringan yang terlibat, terkadang menyebabkan kerusakan yang luas atau bahkan fatal. Pada saat mengalami myiasis superfisial akan muncul benjolan yang berkembang di jaringan saat larva tumbuh.

Larva dibawah kulit kadang-kadang bisa bergerak. Biasanya larva akan tetap berada di bawah kulit dan tidak menyebar ke seluruh tubuh.

Di daerah tropis, infeksi ini paling mungkin terjadi karena beberapa lalat bertelur di pakaian yang digantung di luar. Oleh sebab itu, berikut AKURAT.CO uraikan beberapa cara untuk mencegah infeksi myiasis, Senin (17/1/2022): 

  • Berhati-hatilah saat pergi ke daerah tropis dan menghabiskan banyak waktu di luar. Tutupi kulit untuk membatasi area yang terbuka dari gigitan lalat, nyamuk, dan kutu.
  • Gunakan penolak serangga.
  • Di daerah di mana myiasis diketahui terjadi, lindungi diri dengan menggunakan tirai jendela dan kelambu. Di daerah tropis, setrika semua pakaian yang dijemur hingga kering.

Untuk mengobati infeksi ini, larva harus diangkat melalui pembedahan oleh seorang profesional medis. Biasanya, luka dibersihkan setiap hari setelah larva dikeluarkan. Kebersihan luka yang tepat sangat penting saat mengobati myiasis. Kadang-kadang obat diberikan, tergantung pada jenis larva yang menyebabkan masalah.[]