Lifestyle

Mengenal Maskot PON XX Papua Kangpho Si Kangguru Pohon Mantel Emas

Kangpho merupakan jenis kanguru pohon mantel emas


Mengenal Maskot PON XX Papua Kangpho Si Kangguru Pohon Mantel Emas
Potret kangguru pohon mantel emas (Indonesia.go.id)

AKURAT.CO Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang berlangsung 2-15 Oktober 2021, dimeriahkan dua sosok maskot menarik yang dihadirkan dalam acara itu yaitu Kangpho, si kanguru pohon dan Drawa, si burung Cenderawasih.

Dikutip dari laman Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kangpho merupakan jenis kanguru pohon mantel emas. Hewan berkantong dengan nama latin Dendrolagus pulcherrimus ini memakan buah-buahan dan biji-bijian. 

Kangguru ini mempunyai ciri yakni bulu berwarna cokelat muda bertekstur halus di sekujur tubuhnya. Hewan ini juga mempunyai ekor panjang dengan motif lingkaran seperti cincin dengan warna lebih cerah dari badannya.

Sementara itu pada bagian leher, pipi dan kakinya tertutup warna kuning keemasan. Itu mengapa maskot PON XX 2021 Papua ini kemudian mendapat julukan kanguru pohon mantel emas. 

Keberadaan kanguru pohon mantel emas ini sebelumnya sempat dianggap telah punah. Sebab. kanguru ini pertama dan terakhir kali dilihat pada 1928 oleh ahli biologi evolusi legendaris yakni Ernst Mayr. 

Dia melihatnya di pegunungan Wondiwoi, yang berada di Papua Barat. Mayr menembak spesimen satu-satunya yang diketahui selama ini dan mengirimnya ke Natural History di London. 

Pada 1933, spesies ini diidentifikasi sebagai Dendrolagus mayri. Sejak kejadian itu, penduduk setempat jarang melaporkan keberadaan spesies tersebut.

Namun, pada saat peneliti melakukan ekspedisi ilmiah di Pegunungan Foja, Papua pada 2005 lalu, mereka kembali menemukan spesies tersebut. 

Dikutip dari laman resmi LIPI, peneliti bahkan menyebut jika kanguru pohon itu sama sekali tak takut melihat manusia. Sebab, menurut Ahli Biologi dari Conservation International (CI) Indonesia, mengatakan vahwa lantaran hewan ini telah berevolusi lama tanpa kehadiran manusia sehingga tak menganggapnya sebagai ancaman.