Olahraga

Mengenal Laurel Hubbard, Atlet Transgender Pertama di Olimpiade

Laurel Hubbard akan tampil di cabang angkat besi Olimpiade Tokyo 2020 sebagai atlet transgender pertama dalam sejarah olimpiade.


Mengenal Laurel Hubbard, Atlet Transgender Pertama di Olimpiade
Atlet angkat besi transgender asal Selandia Baru, Laurel Hubbard, bersiap tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

AKURAT.CO, Dunia dalam persimpangan baru, setidaknya melalui pembicaraan mengenai kaum LGBTQ (lesbian, gay, biseksual, transgender, dan lainnya) di Olimpiade Tokyo 2020. Ya, untuk kali pertama dalam sejarah olimpiade, Tokyo mengizinkan atlet transgender untuk berpartisipasi.

Namanya adalah Laurel Hubbard. Atlet berusia 43 tahun asal Selandia Baru ini akan tampil di Tokyo 2020 untuk cabang angkat besi. Terlahir sebagai laki-laki, Hubbard melakukan transisi gender dan berkompetisi di sektor putri mulai 2012 dengan melakukan penyesuaian hormon di tahun yang sama.

Lolosnya Hubbard ke olimpiade memicu perdebatan apakah bawaan sang atlet sebagai lelaki akan memberikan keuntungan secara fisik ketika bertanding di nomor putri. Namun, atlet angkat besi asal Australia yang akan bertarung melawan Hubbard di Tokyo, Amoe-Tarrant, mendukung koleganya tersebut.

“Saya sangat menghormatinya dan mendoakannya serta lifter lainnya yang terbaik dan berharap kami semua bisa berkumpul bersama dan menikmati olimpiade,” kata Tarrant sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Karena olimpiade saat ini sangat berbeda dari sebelum-sebelumnya. Saya sudah berkompetisi dengannya sebelumnya dan selalu melakukan percakapan yang menyenangkan dengannya, saya hanya berharap dia baik-baik saja.”

Lahir di Auckland, Selandia Baru, 9 Februari 1978, Hubbard mencetak rekor junior pada 1998 ketika masih bertarung di sektor putra. Setelah melakukan transisi gender dan penyesuaian hormon pada 2012, atlet yang turun di nomor 90 kilogram tersebut tampil di kejuaraan internasional untuk kali pertama pada 2017.

“Semua yang Anda bisa lakukan adalah fokus terhadap tugas di tangan dan jika Anda terus melakukannya itu akan membawa Anda bisa melewatinya,” kata Hubbard pada 2017 saat menghadapi kritik dia berkompetisi di sektor putri.

“Saya sadar saya tidak akan didukung oleh semua orang tetapi saya berharap orang-orang bisa tetap berpikiran terbuka dan barangkali melihat penampilan saya dalam konteks yang lebih luas.”

Sementara itu, atlet Australia lainnya yang pernah bertarung melawan Hubbard pada Commonwealth Games 2018, Deborah Lovely Acason, menganggap pengikutsertaan rivalnya di kejuaraan putri bakal mengurangi minat atlet putri untuk terjun ke cabang angkat besi.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co