Rahmah

Mengenal Kerajaan Mataram Islam, Kerajaan yang Berjaya dengan Konsep Agraria

Pada masa kejayaannya, kerajaan Mataram Islam berhasil menyatukan hampir semua kerajaan di pulau Jawa


Mengenal Kerajaan Mataram Islam, Kerajaan yang Berjaya dengan Konsep Agraria
Islamic Center Mataram (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Salah satu kerajaan yang memiliki peran penting dalam proses penyebaran agama Islam di pulau Jawa yaitu kerajaan Mataram Islam atau kesultanan Mataram. Kerajaan ini berdiri pada abad ke-16 dan merupakan salah satu kerajaan yang pernah berjaya di Indonesia.

Kerajaan Mataram Islam memiliki beberapa tokoh Islam yang berpengaruh pada saat itu, salah satunya adalah Panembahan Senapati, beliau merupakan raja kedua kerajaan Islam yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan Islam pada masa itu.

Pada masa kejayaannya, kerajaan Mataram Islam berhasil menyatukan hampir semua kerajaan di pulau Jawa kecuali kesultanan Banten, kesultanan Cirebon dan Madura.

Salah satu yang menjadi dasar sejarah akan kejayaan kerajaan Mataram Islam adalah karena kerajaan ini memiliki tanah yang subur dan mendapatkan hasil pertanian yang melimpah. Berbeda dengan kerajaan lain yang berbasis maritim, kerajaan Mataram Islam justru cemerlang dan berjaya dengan konsep agraris atau pertanian.

Sejarah berdirinya kerajaan Mataram Islam bermula saat raja pertama kerajaan Pajang yaitu Sultan Hadiwijaya memberikan sebuah hutan bernama Alas Mentok kepada Ki Ageng Pamanahan.

Hutan tersebut diberikan atas jasa Ki Ageng Pamanahan dalam menaklukkan Arya Panangsang asal Jipang Panolan. Pada 1584, Ki Ageng Pamanahan yang merupakan bupati Mataram wafat yang kemudian digantikan oleh anaknya sendiri, yaitu Danang Sutawijaya. 

Kemudian, Danang Sutawijaya berhasil merebut wilayah Pajang sehingga naik tahta dan mendapat gelar Panembahan Senapati.

Dalam merebut wilayah Pajang, terjadi beberapa halangan dan rintangan yang harus dilewati Sutawijaya. Keinginan Sutawijaya untuk memperkuat sistem pertahanan wilayah Mataram mendapat respon negatif dari Sultan Hadiwijaya. Sehingga Sultan Hadiwijaya mengirim pasukan dari kerajaannya untuk kemudian menyerang Mataram. 

Sutawijaya, yang saat itu menjabat sebagai Bupati Mataram berusaha mempertahankan wilayah sekaligus keinginannya demi melaksanakan pemerintahannya. Akhirnya, kedua kerajaan berperang dengan sengit, hingga akhirnya pasukan Sultan Hadiwijaya dari Kesultanan Pajang mengakui kekalahan dikarenakan badai letusan Gunung Merapi dan wafatnya Sultan Hadiwijaya dikarenakan penyakit yang telah dideritanya. Namun terjadi perselisihan antara bangsawan Pajang untuk merebut kekuasaan Kerajaan Mataram. 

Singkat cerita, pada tahun 1588 Kerajaan Mataram resmi berdiri, Panembahan Senapati memimpin kerajaan sebagai raja pertamanya.

Ketika Panembahan Senopati wafat, tahta kerajaan diturunkan kepada putranya yang bernama Raden Mas Jolang yang bergelar Sri Susuhunan Hadi Prabu Hanyakrawati.[]