Tech

Mengenal Kapal Ferry Bertenaga Listrik Pertama di Dunia

Kapal listrik pertama di dunia.


Mengenal Kapal Ferry Bertenaga Listrik Pertama di Dunia
Mengenal kapal ferry bertenaga listrik pertama di dunia. (transportasi.co)

AKURAT.CO Tidak kalah dengan kendaraan darat seperti mobil listrik dan motor listrik yang akhir-akhir ini tengah populer, ada juga kapal ferry pertama yang sudah menggunakan kekuatan listrik sebagai penggerak utamanya. Sama halnya dengan mobil listrik dsn motor listrik, Ferry bertenaga listrik juga dibuat dengan tujuan untuk menekan biaya bahan bakar dan mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan, terutama lautan yang dilintasi oleh kapal ini.

Ferry bertenaga listrik ini dibuat untuk Norled oleh Norwegian Shipyard Fjellstrand di Omastrand, dengan kolaborasi bersama Siemens dan Norled. Ferry yang diberi nama Ampere ini merupakan Ferry dengan tenaga listrik pertama yang hadir di dunia. Di mana, kapal ini menghadirkan jumlah emisinya nol dan kebisingan yang ditimbulkan juga minimal.

Ampere mulai beroperasi pada bulan Mei 2015. Kapal bertenaga listrik tersebut beroperasi pada lintasan sepanjang 5,7 km, yang melewati Sognefjord di antara Desa Lavik dan Oppedal. Dimana perjalanan yang dijalankan sekira 34 trip per hari dan setiap trip membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Di luar waktu 10 menit untuk loading dan unloading mobil-mobil dan para penumpang.

Dengan pemanfaatan tenaga listrik, Ampere bisa menghasilkan suara dan emosi yang lebih minim. Berbeda dengan kapal Ferry lain yang masih menggunakan bahan bakar fosil. Selain itu, Ampere juga mendapat nominasikan dalam penghargaan Nor-Shipping 2015 Energy Efficiency Award.

Ampere memiliki panjang 80 meter dan lebar 21 meter dengan tujuh kabin untuk kru kapal dan 140 kursi. Kapal Ferry bertenaga listrik ini didesain sebagai kapal dengan dua lambung. Ampere juga dapat mengangkut penumpang kurang lebih sebanyak 260. Bahkan bias mengangkut mobil hingga 120 unit. 

Bahan pembuatnya, berasal dari aluminium, bukan baja. Hal ini agar dapat mengurangi keseluruhan berat Ferry secara signifikan. Dengan begitu, beratnya hanya separuh dari berat kapal Ferry konvensional. Berat kapal yang rendah bisa memungkinkan untuk mengoptimalkan bentuk lambung kapal, sekaligus menciptakan sistem pendorong yang berefisiensi tinggi.

Dari segi sistem tenaga penggerak, kapal ini mengintegrasikan solusi Siemens BlueDrive PlusC. Dilengkapi dengan sistem kemudi, baterai, manajemen energi, dan alarm yang terintegrasi. Memiliki motor elektrik 450 kW, motornya dilengkapi dengan baterai lithium-ion sebesar 1.000 kWh dan beratnya 10 ton. Baterai lithium-ion tersebut dapat diisi ulang dalam waktu 10 menit ketika loading dan unloading. 

Adapun fasilitas yang terdapat di dalam Ferry ini, yaitu lampu penerangan LED, solar panel dan pemanas ruangan, pemanas air elektrik, hingga sistem ventilasi dan pendingin ruangan (HVAC). Dengan menggunakan kapal ini, dapam mengurangi penggunaan 1 juta liter diesel, 570 metrik ton karbon dioksida (CO2), dan 15 metrik ton emisi nitrogen oksida (NOx) setiap tahunnya jika dibandingkan dengan Ferry konvensional yang beroperasi di rute sama.

Kehadiran kapal bertenaga listrik ini pertama kali muncul dari sebuah kompetisi yang diadakan Kementerian Transportasi dan Komunikasi Norwegia pada tahun 2011 lalu. Tujuan dengan diadakannya kompetisi tersebut adalah untuk menghadirkan moda transportasi yang ramah lingkungan di laut, tapi tetap dengan performa yang bagus untuk menghubungkan antar daerah yang ada di Norwegia.