Lifestyle

Mengenal Jenis-jenis Jerawat, Sebelum Berencana Menghilangkannya

Sebelum kamu terlalu fokus untuk menghilangkan jerawat, lebih baik kamu kenali dulu jenis-jenis jerawat. Berikut jenis jenis jerawat yang haru kamu ketahui


Mengenal Jenis-jenis Jerawat, Sebelum Berencana Menghilangkannya
Ilustrasi jerawat (Shutterstock)

AKURAT.CO, Jerawat adalah musuh utama banyak orang di dunia. Selain menganggu penampilan, jerawat juga bisa menurunkan rasa percaya diri.

Meski berbagai cara telah dilakukan, jerawat tetap saja susah untuk disingkirkan. Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah kulit ini?

Sebelum kamu terlalu fokus untuk menghilangkan jerawat, lebih baik kamu kenali dulu jenis-jenis jerawatmu. Agar ketika kamu melakukan perawatan wajah dari jerawat, kamu bisa menentukan perawatan apa yang pas.

Apabila kamu tidak berjerawat, kamu harus mengetahui jenis jerawat agar kamu bisa menghindari kebiasaan tententu, yang bisa menimbulkan salah satu jenis jerawat pada tubuhmu.

Berikut jenis jenis jerawat yang harus kamu ketahui, yang sudah dikumpulkan Akurat.co

Komedo putih

Mengenal Jenis-jenis Jerawat, Sebelum Berencana Menghilangkannya - Foto 1
Ilustrasi Komedo Ilustrasi Komedo ISTIMEWA

Ternyata, komedo merupakan jenis jerawat dasar, lho. Maksudnya, komedo adalah hal pertama yang muncul sebelum membentuk jerawat. Sebab, minyak dan sel kulit bercampur dan menyumbat pori.

Jika pori-pori tertutup oleh benjolan kecil yang berwarna putih atau berwarna daging, ini adalah komedo putih atau whiteheads. Salah satu penyebab jerawat ini muncul adalah perubahan hormon.

Pada masa-masa tertentu, yakni masa pubertas dan haid, jumlah sebum atau minyak diproduksi pori-pori meningkat. Alhasil, pori-pori pun tersumbat dan memicu komedo putih.

Komedo yang tertutup ini juga dapat terjadi di daerah yang mengalami banyak gesekan, seperti dagu atau garis rahang.

Komedo hitam

Komedo hitam adalah jenis jerawat yang ujungnya berwarna hitam dan naik ke permukaan kulit. Warna hitam pada ujung jerawat disebabkan oleh pigmen kulit yang meningkat karena sinar matahari, bukan karena kotoran atau debu sehingga tidak dapat dibersihkan.

Komedo hitam bisa muncul di mana saja, dari wajah, punggung, hingga dada. Jerawat ini disebabkan oleh penumpukan sel kulit mati, produksi minyak berlebih, dan bakteri yang menyumbat pori.

Ada juga beragam faktor yang memicu ketiga hal yang menjadi penyebab jerawat komedo hitam, mulai dari tidak menjaga kebersihan wajah, hingga minum obat-obatan tertentu.

Alangkah baiknya, jika kamu berkonsulasi dengan dokter kecantikan untuk mendapatkan penanganan yang tepat dalam mengatasi komedo hitam ini.

Papula

Mengenal Jenis-jenis Jerawat, Sebelum Berencana Menghilangkannya - Foto 2
Wajah berjerawat Wajah berjerawat Istimewa

Papula merupakan jenis jerawat yang berbentuk benjolan kecil berwarna merah pada kulit. Jenis jerawat yang satu ini terjadi akibat penyumbatan tidak sampai ke permukaan kulit dan sel kulit mati terus menumpuk. Akibatnya, folikel rambut pun mengalami tekanan yang dapat menyebabkan dinding folikel pecah.

Apabila hal tersebut terjadi, sebum dan bakteri yang terperangkap akan menyebar ke jaringan sekitar. Hal ini yang memicu kemerahan, bengkak dan rasa nyeri pada jerawat jenis papula.

Jerawat papula biasanya muncul ketika komedo dibiarkan begitu. Peradangan komedo juga menyebabkan iritasi pada sel kulit di sekitarnya.

Pustula

Mengenal Jenis-jenis Jerawat, Sebelum Berencana Menghilangkannya - Foto 3
HL Jerawat dan Bisul Jerawat pustula di bagaian kanan, biasanya tidak tumbuh terlalu besar dan muncul dengan komedo putih di dalamnya, sedangkan bisul (kiri) membengkak besar dan kemerahan dengan nanah di dalamnya akibat infeksi Reader's Digest

Mirip dengan papula, jerawat pustula merupakan jenis jerawat yang terjadi akibat komedo yang meradang.

Jerawat pustula biasanya muncul ditandai dengan benjolan dasar yang merah dan ujung kepala yang putih. Selain itu, isi jerawat pustula dipenuhi dengan nanah. Nanah tersebut menunjuk ke satu titik di kulit atasnya yang membentuk titik putih. 

Pustula dan papula sering muncul bersamaan dan berkumpul dalam jumlah yang banyak. Jika hal ini terjadi, artinya kamu tengah mengalami jerawat dengan kondisi yang cukup parah.

Pasalnya, dua jenis jerawat ini muncul bebarengan merupakan bagian dari penyakit yang disebut sebagai jerawat inflamasi, alias jerawat yang sudah meradang. Sebaiknya, hindari untuk memencet atau mencongkel ujung jerawat yang berisi nanah karena dapat menyebabkan bekas jerawat yang sulit hilang.

Jerawat pasir / bruntusan

Jerawat pasir atau bruntusan merupakan jerawat bintik kecil yang belum berkembang. Jenis jerawat ini umumnya tidak terlalu terlihat, tetapi terasa ketika disentuh.

Penyebab utama jerawat pasir adalah iritasi kulit akibat tekanan pori-pori yang berlebihan, adanya panas, dan gesekan di kulit. Bila gesekan kulit terus terjadi, permukaannya menjadi kasar dan jerawat pun berkembang menjadi jenis jerawat seperti pustula dan papula.

Nodul 

Mengenal Jenis-jenis Jerawat, Sebelum Berencana Menghilangkannya - Foto 4
Jerawat Hailey Wait COSMOPOLITAN.COM

Bagi kamu yang memiliki jerawat nodul, mungkin perlu berhati-hati. Pasalnya, jenis jerawat yang mengalami peradangan ini termasuk kategori kondisi yang serius.

Pada dasarnya, penyebab jerawat yang satu ini sama seperti jerawat lainnya. Hanya saja, jenis jerawat ini terjadi akibat peradangan yang menembus hingga ke lapisan kulit lebih dalam.

Akibatnya, pembentukan lesi yang lebih padat dan lebih besar pun terjadi. Bahkan, jerawat nodul disebut menimbulkan rasa nyeri yang cukup mengganggu. Usahakan untuk tidak memencet jerawat ini karena akan meninggalkan bekas jerawat yang sulit hilang nantinya.

Jerawat kistik / batu

Jerawat batu atau kistik merupakan jenis jerawat yang terjadi akibat penumpukan minyak dan sel kulit mati di jaringan kulit yang jauh di dalam folikel rambut. 

Ukuran jerawat kistik yang bengkak dapat terus bertambah karena dipengaruhi oleh infeksi bakteri di lapisan teratas kulit. Akibatnya, jerawat kistik tampak memerah, lebih besar, dan berisi nanah pula.

Hampir mirip dengan jerawat nodul, jerawat kistik juga menimbulkan rasa sakit yang tak tertahankan.

Bila tidak segera ditangani, peradangan akan memecah pori-pori yang dapat menyebar ke jaringan kulit sekitarnya.

Dilansir dari laman American Academy of Dermatology, jenis jerawat yang parah, seperti jerawat kistik, dapat diobati. Meski begitu, pengobatan jerawat perlu berada dalam pengawasan dokter spesialis atau ahli dermatologi.[]