Lifestyle

Jaipong, Karakter Tangguh Perempuan Sunda dalam Gemulai

Menurut sejarah, tari jaipong diciptakan oleh dua seniman Sunda bernama Gugum Gumbira dan  H. Suwanda.


Jaipong, Karakter Tangguh Perempuan Sunda dalam Gemulai
Tari Jaipong, Jawa Barat (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Siapa yang tidak tahu tari Jaipong? Tarian asal Jawa Barat ini kerap ditampilkan dalam berbagai acara, termasuk saat menyambut tamu-tamu penting dari berbagai negara. Menurut laman Kemdikbud, tari Jaipong lahir dari kerjasama antara dua orang seniman bernama Gugum Gumbira dan  H. Suwanda.

Menurut sejarah, tari jaipong sudah ada sejak tahun 1960-an, diciptakan oleh seorang seniman bernama Gugum Gumbira. Rasa cintanya yang besar terhadap seni tari membuat Gugum berniat menciptakan sendiri tariannya. Gugum pun akhirnya berhasil menciptakan Tari Jaipong dari gerakan Tari Ketuk Tilu, yang pada saat itu sudah mulai tidak diminati masyarakat. 

Adapun karya pertama dari Gugum yang diperlihatkan ke masyarakat adalah Tari Jaipong Rendeng Bojong dan Tari Jaipong Daun Pulus Kejer Bojong. Tarian yang diciptakan oleh Gugum tampak lebih energik sehingga disukai oleh masyarakat Sunda. Dalam perkembangannya, tari Jaipong sendiri berawal dari tari pasangan, tari pergaulan, dan kemudian menjadi tari pertunjukan.

Seorang seniman Sunda lainnya yang berperan besar dalam proses penciptaan kesenian Jaipong adalah H. Suwanda. Berasal dari tepak gendang ketuk tilu, wayang, pendak silat, doger, banjet, dan tarling, H. Suwanda menciptakan tepak kendang dalam kesenian Jaipong pada 1976 di Karawang. 

Gugum sangat tertarik dengan kemampuan Suwanda dalam memukul gendangnya yang enerjik, dinamis, dan khas. Gugum pun merekrut Suwanda ke dalam grup Jaipong yang dipimpinnya.

Pada tahun 1979 Jaipong mengalami proses transformasi. Semua bentuk dan model tepak gendang disusun dan diberikan pola yang lebih terstruktur yang kemudian dituangkan ke dalam beberapa komposisi lagu yang sesuai dengan tuntutan pasar (commercial).

Maka muncullah pada saat itu di Kota Bandung grup kesenian Jaipong yang melegenda, yaitu Jugala, dengan tembang hitsnya seperti “Daun Pulus Keser Bojong”, “Serat Salira”, “Randa Ngora” dan banyak lagi. Komposisi yang dibawakan oleh Jugala berbeda dengan yang dimainkan oleh Suwanda selaku pelopor dari lahirnya musik jaipong di Karawang.

Makna gerakan jaipong

Gerakan pada tari Jaipong ini dominan antara bahu, tangan, dan pinggul. Gerakannya pun sederhana, namun cukup dinamis, serta sarat makna. Ya, tari Jaipong disebut-sebut telah mengubah stereotype perempuan Sunda.

Awalnya, perempuan Sunda digambarkan sebagai sosok yang hanya mengandalkan kecantikannya saja. Lewat tari Jaipong, ditunjukkan bahwa perempuan Sunda juga punya sifat pemberani, dinamis, bebas, tangguh dan selalu berusaha meraih cita-citanya. 

Berikut Akurat.co uraikan makna gerakan tari Jaipong, Kamis, (16/9/2021): 

  • Cingeus: bentuk representasi dari kecekatan dan keluwesan seorang wanita dalam menapaki jejak kehidupannya.
  • Gerakan Kaki: kegesitan dan sifat adaptif perempuan Sunda dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
  • Gerakan Meliuk:  representasi dari sifat fleksibel yang dimiliki oleh seorang wanita Sunda dalam menghadapi problematika kehidupan.
  • Ngagaleong: wanita harus bisa untuk berani menyuarakan pendapatnya dan dapat melakukan komunikasi dengan baik.
  • Variasi : perempuan Sunda dapat membaur dengan segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya.

Adapun macam-macam gerakan tari Jaipong yang umum digunakan di antaranya: 

Bukaan

Ini merupakan gerakan awal saat pementasan dimulai. Para penari berjalan memutar sembari memainkan selendang di bahunya dengan lemah gemulai.

Pencungan

Pencungan adalah gerakan yang penuh semangat. Ya, para penari akan melakukan gerak tari dengan tempo yang cepat sesuai iringan musik atau lagunya. 

Ngala

Para penari Jaipong melakukan gerakan patah-patah disertai perpindahan dari titik satu ke titik lainnya dengan sangat cepat. 

Mincit

Gerakan mencit adalah tahap perpindahan dari satu jenis gerakan ke dalam gerakan lain. Gerakan tari ini dilakukan sesudah gerak ngala.

Untuk menguasai tari jaipong, penari harus terlebih dulu menguasai gerakan dasar yang sudah menjadi pedoman keseluruhan gerak tari. Secara umum gerakan dasar dapat dibagi sebagi berikut ini:

  • Geol merupakan suatu gerak yang fokus pada bagian pinggul.
  • Gitek merupakan gerak ayunan pinggul yang disertai hentakan.
  • Goyang merupakan gerak pinggul yang dilakukan tanpa hentakan.[]