Tech

Mengenal Idle dalam Dunia Otomotif

Kondisi di mana mesin memiliki putaran yang normal dan tidak dalam keadaan pedal gas ditekan.


Mengenal Idle dalam Dunia Otomotif
RPM (Revolutions per Minute) pada mobil. (auto2000.co.id)

AKURAT.CO Ada banyak sekali istilah-istilah dalam dunia otomotif yang seringkali masih asing didengar dan jarang dipahami oleh banyak orang. Salah satu istilah otomotif yang akan dibahas kali ini adalah idle. Apakah kamu sudah pernah mendengar istilah yang satu ini? 

Secara umum indle diartikan sebagai diam. Diam disini adalah kondisi stasioner ketika menggunakan energi yang sedikit. Bisa juga dimaksudkan untuk kondisi ketika kendaraan berjalan pelan atau gerakan yang terasa kurang. Selain itu, idle juga diartikan sebagai kondisi di mana mesin memiliki putaran yang normal dan tidak dalam keadaan pedal gas ditekan, yang disebut dengan istilah RPM (Revolutions per Minute). 

RPM sendiri menggambarkan jumlah putaran yang terjadi setiap satu menit. Pada kondisi normal, kendaraan akan berputar 800 sampai dengan 900 round dalam satu menit. Hal tersebut merupakan kondisi normal yang disetel oleh pabrik. Sementara itu, dalam kondisi idle, RPM idle sekitar 600 sampai dengan 750 round.bPerputaran ketika idle sebenernya tergantung pada karakter setiap mesin kendaran. Sebab, setelan mesin dari setiap pabrik berbeda. 

RPM idle bisa digunakan untuk melakukan deteksi apakah pengaturan campuran antara udara dan bahan bakar sudah sesuai mesin atau belum. Apabila ukuran tersebut tidak sesuai akan menyebabkan mesin menerima bahan bakar yang melebihi kebutuhan. Untuk mengeceknya, kamu bisa melihat RPM idle saat gas tidak ditemukan. Jika RPM stabil, maka pengaturannya sudah sesuai. Namun, jika RPM naik padahal gas tidak ditekan, maka pengaturan perbandingan tidak sesuai.

Selain itu, istilah idle pun bukan hanya RPM idle, ada juga yang dinamakan dengan idle up. Istilah idle up merupakan kondisi mesin pada saat mendapatkan beban tambahan. Beban tambahan ini bermacam-macam bentuknya, seperti ketika AC mobil dinyalakan, lampu depan on, atau bisa juga ketika setir diputar saat kendaraan dalam kondisi menggunakan pompa power steering. Adanya idle up ini bertujuan agar mesin tidak mendadak mati pada saat menerima beban tambahan ketika pedal gas tidak digunakan.

Cara kerja idle up dengan melakukan kontrol idle pada mesin yang bekerja ketika mendapatkan beban tambahan. Di mana sistem idle ini berfungsi untuk menaikkan putaran pada mesin saat mesin mendapatkan beban tambahan seperti AC. Ketika AC menyala, mesin akan mengalami kenaikan bebasa mesin dan kelistrikan. Jika idle up ini tidak berfungsi, maka akan membuat RPM mesin turun saat AC dinyalakan. Ketika RPM turun, mesin akan lebih cepat mati. 

Komponen yang digunakan untuk memutar idle adalah ISC (Idle Speed Control) dan ETCS. Jika kamu menggunakan mobil injeksi atau pun mobil efi, maka komponen yang bekerja mengontrol putaran idle adalah ICS. 

ICS sendiri berfungsi untuk melakukan pengaturan agar putaran pada sistem idle sesuai dengan perintah ECU. Komponen ini juga berkaitan langsung dengan pengaturan volume udara yang masuk. Selain itu, ICS juga dapat menyesuaikan putaran sistem idlemesin secara otomatis dalam segala kondisi. Serta membuat putaran mesin menjadi naik ketika mesin mendapatkan beban tambahan.

Sementara itu, jika kamu menggunakan kendaraan keluaran terbaru dengan teknologi baru, maka ETCS yang dilakukan untuk mengontrol putaran idle. Pada sistem ini menggunakan komputer guna melakukan control pada throttle valve agar bisa membuka secara elektronik. 

Pada throttle valve konvensional masih menggunakan kabel dari pedal gas ke throttle valve agar bisa membuka atau menutup. Sementara pada ETCS, fungsi kabel dihilangkan, sehingga ECU mesin menggunakan motor control throttle. Motor control throttle berfungsi untuk melakukan pengaturan terhadap sudut sebagai bentuk respon pada saat diangkatnya pedal gas.