Lifestyle

Suka Koreksi Ejaan dan Tanda Baca Kapan Saja, Jangan-jangan Kamu Penderita GPS

Bagi pengidap Grammatical Pedantry Syndrome (GPS), kesalahan tanda baca, ejaan dan penggunaan kata sangat mengganggunya.


Suka Koreksi Ejaan dan Tanda Baca Kapan Saja, Jangan-jangan Kamu Penderita GPS
Ilustrasi orang menggunakan ponsel (DAILYMAIL.CO.UK)

AKURAT.CO, Kesalahan tata bahasa dapat ditemukan di mana-mana. Sebenarnya banyak orang yang bisa melihat kesalahan tata bahas ini. Akan tetapi, bagi pengidap Grammatical Pedantry Syndrome (GPS), hal ini sangat mengganggunya.

Saking merasa terganggunya, pengidap GPS akan mengalami dorongan yang tidak tertahankan untuk memperbaikinya dan mengkomplain orang yang melakukan kesalahan grammar tersebut di kesempatan apapun, bahkan saat di tengah waktu sibuknya.

Jika kamu memiliki teman yang mengoreksi setiap kesalahan penulisan dan ejaan yang kamu buat atau pernah bertemu orang seperti itu di kolom komentar media sosia, kemungkinan mereka memiliki GPS.

Tidak mengherankan, orang dengan sindrom GPS sering menjadi korektor dan editor yang hebat, karena mampu mengenali semua kesalahan penulisan dengan cepat dan tepat.

Dilansir dari laman Yuqo, selama bertahun-tahun, dua peneliti bernama Julie E. Boland dan Robin Queen telah mencoba memahami sindrom ini, dan mencari tahu apa penyebabnya.

Studi yang dipublikasi pada 2016 ini mencoba menemukan hubungan antara GPS dan karakteristik pribadi tertentu.

Ternyata, sindrom GPS tersebut tidak ada kaitannya dengan usia, jenis kelamin atau tingkat pendidikan. Namun, hasil studi ini menunjukkan bahwa orang yang introvert lebih cenderung jengkel pada kesalahan tata bahasa dan kesalahan ketik atau typo.

Hasil studi ini juga menghubungkan GPS dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD). Menurut peneliti studi ini, GPS bisa menjadi salah satu bentuk OCD.

Sebab, orang yang menderita OCD kerap terganggu ketika melihat sesuatu yang terlihat 'berantakan'. Bahkan, hal ini bisa membuat mereka tidak nyaman dan cemas.

Akibatnya, mereka melakukan hal tertentu yang mereka yakini dapat membantu mengatasi kecemasan, bersama dengan perasaan kuat lainnya. Salah satunya mengoreksi ejaan atau penggunaan tanda baca yang salah pada orang lain, di tengah perbincangan santai.

Oleh karena itu, meskipun GPS bukanlah diagnosis yang bisa terverifikasi oleh dokter, namun itu masih bisa menjadi gejala OCD. 

Jadi, apakah ada teman kamu, atasan kamu atau kamu yang suka koreksi ejaan dan tanda baca, di tengah waktu santai atau saat sedang bercanda di grup chat seperti pengidap GPS ini?[]