Lifestyle

Mengenal Gejala dan Faktor Risiko Kanker Kepala Leher

Kanker kepala dan leher adalah masalah kesehatan yang mengkhawatirkan


Mengenal Gejala dan Faktor Risiko Kanker Kepala Leher
Ilustrasi kanker kepala leher (Unsplash/Théo rql )

AKURAT.CO Kanker kepala dan leher adalah masalah kesehatan yang mengkhawatirkan baik bagi laki-laki maupun perempuan. Berdasarkan data GLOBOCAN 2020, tercatat lebih dari 900 ribu kejadian baru kanker kepala dan leher di dunia, dimana  Indonesia sendiri menyumbang lebih dari 30.000 kasus kanker kepala leher baru setiap tahunnya. 

Kanker kepala leher meliputi kanker-kanker yang ada di area kepala dan leher, misalnya kanker kelenjar tiroid, kanker kelenjar getah bening, kanker lidah, kanker nasofaring, kanker mulut dan kanker mata.

"Terdapat banyak faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kanker kepala dan leher ini, seperti faktor genetik, gaya hidup, dan lingkungan. Pengaruh faktor genetik dapat dilihat pada kejadian jenis kanker tertentu. Misalnya kanker nasofaring lebih banyak terjadi di Asia dibandingkan di Eropa," ujar President of Indonesian Radiation Oncology Society, Soehartati Argadikoesoema Gondhowiardjo melalui acar edukasi virtual “Waspadai Bahaya Kanker Kepala Leher", dikutip pada Eabu (28/7).

Soehartati menambahkan, faktor gaya hidup yang meningkatkan risiko kanker kepala leher yang harus dijauhi, antara lain  kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, makanan berpengawet ataupun higienitas mulut yang buruk. 

Sedangkan, faktor lingkungan yang dapat diamati dan dijauhi agar terhindar drai kanker kepala leher, antara lain paparan bahan kimia dan radiasi pada daerah kepala dan leher, orang terinfeksi/tindakan memicu Human Papilloma  Virus dan orang terinfeksi/tindakan Epstein-Barr Virus. Soehartati menjelaskan, tak hanya menjauhi faktor risiko terjangkitnya kanker kepala leher. Masyarakat juga perlu waspada jika mengalami gejala-gejala kanker kepala leher, antara lain: 

  • Sakit tenggorokan
  • Suara serak
  • Ada benjolan di leher 
  • Sakit di bagian lidah 
  • Mengalami sariawan atau adanya bercak merah/putih di rongga mulut atau lidah yang tak  kunjung membaik 
  • Nyeri dan kesulitan menelan lama 
  • Mengalami hidung tersumbat yang menetap pada salah satu  bagian hidung dan keluar darah dari hidung terus-menerus. 

"Deteksi dini merupakan tatalaksana yang paling efektif yang penting untuk dilakukan dengan cara mengenali faktor risiko dan gejala kanker kepala dan leher  sedini mungkin. Semakin cepat kanker terdeteksi oleh dokter dan semakin cepat ditangani, maka semakin tinggi pulalah kesempatan  untuk sembuh dan menghindari komplikasi lebih lanjut,” kata Soehartati.  

Apabila ada yang merasakan gejala-gejalan kanker kepala leher, silahkan konsultasi dengan dokter THT. Sebab, semakin cepat gejalan kanker kepala leher ditangani, maka semakin tinggi pulalah kesempatan untuk sembuh.