Tech

Mengenal Fungsi dan Cara Kerja Pulser Motor

Salah satu komponen motor yang cukup vital, yang terbuat dari besi dan memiliki lilitan kawat tembaga.


Mengenal Fungsi dan Cara Kerja Pulser Motor
Pulser sepeda motor. (Shopee)

AKURAT.CO Sepeda motor tersusun dari banyak komponen yang mendukung performa dari kendaraan itu sendiri. Salah satu komponen sepeda motor yang cukup vital, yaitu pulser motor.

Komponen ini terbuat dari besi yang memiliki magnet yang dililit dengan menggunakan kawat tembaga khusus. Kawat tembaga yang dililitkan ini berbentuk halus. Saat ujung pulser ditempelkan pada logam kemudian ditarik berulang, maka ujungnya mampu mengalirkan listrik. 

Pulser memiliki fungsi penting sebagai penentu waktu yang tepat bagi CDI (Capacitor Discharge Ignition) dan TCI (Transistor Control Ignition) untuk mematikan listrik. Nantinya aliran listrik akan dikirimkan ke CDI dan TCI sehingga terjadi proses pengapian pada busi. Di sini pulser bisa mendeteksi posisi piston pada motor dari pick up magnet. 

Pulser juga memiliki berbagai macam sebutan, seperti pick up coil dan spul pulser. Selain itu, pulser memiliki dua jenis, yaitu pulser positif dan pulser negatif. Meski kedua jenis tersebut berbeda secara kerjanya, tetapi fungsi utama tetap sama. 

Pulser positif terletak pada bagian ujung paling depan dari tonjolan magnet melewati pulser akan menghasilkan pulser positif. Sebaliknya, jika ujung belakang pulser yang menonjol melewati pulser maka akan menciptakan pulser negatif. 

Pulser positif ini digunakan sebagai advance timing pada saat di RPM menengah ke atas. Sementara pada pulser negatif akan berguna saat RPM berada di angka menengah ke bawah. Sementara itu, pulser negatif merupakan kebalikan dari pulser positif. Seperti yang sudah disinggung, jika tonjolan magnet melewati pulser, maka akan terbentuk pulser negatif. 

Cara kerja pulser

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pulser memiliki lilitan kawat tembaga. Kawat ini nantinya akan mengalami pergesekan dengan besok magnet, sehingga dapat mengeluarkan arus listrik. Selain mengeluarkan listrik, pulser juga bisa menentukan timing arus listrik secara tepat.  Aliran listrik akan muncul dan membuat CDI berfungsi pada saat besi magnet didekatkan pada ujung pulser. 

Arus listrik yang dihasilkan oleh pulser ini hanya bisa diketahui jumlah dengan menggunakan Avometer. Aliran tersebut nantinya akan membuat jarum penunjuk pada Avometer bergerak dan mengarah pada skala X10 atau X100 ohm meter. Angka yang muncul tersebut adalah nilai dari lilitan kawat tembaga pada pulser.