Lifestyle

Contoh Baby Shaming dan Cara Mengatasinya

Baby shaming merupakan kritikan, sindiran yang berisi komentar keadaan fisik si kecil. Berikut contoh dan cara mengatasi baby shaming


Contoh Baby Shaming dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi ibu dan anak (DAILYMAIL.CO.UK)

AKURAT.CO, Ternyata bukan hanya Bunda yang terkena kritikan dan sindiran, tapi anak yang masih kecil juga. Baby shaming merupakan kritikan, sindiran yang berisi komentar keadaan fisik si kecil.

Terkadang, tentu bunda secara tidak sadar mengeluarkan ucapan yang menyakiti hati anak atau bunda lain secara tidak langsung. Baby shaming yang paling sering terjadi di kehidupan kita atau bunda lainnya, yaitu 'anaknya kurus banget tidak seperti si A' atau 'wah kulitnya kok hitam padahal ayahnya putih' atau 'si A sudah bisa berjalan loh usia 11 bulan kok anakmu masih merambat'.

Psikolog dari Rumah Sakit Pondok Indah, Jane Cindy Linardy, mengatakan, dampak baby shaming lebih mungkin menyasar pada orangtua, ketimbang anak. Ibu akan cenderung merasa konsep dirinya negatif, kurang percaya diri, hingga merasa belum bisa menjadi ibu yang baik. 

Menurut Jane, efek jangka panjangnya pada orangtua adalah mereka bisa jadi terkucil dan menghindari pertemuan sosial. Sebab, rasa percaya dirinya menurun. 

"Baby shaming ini tidak lepas dari mom shaming, karena bayi tidak lepas dari asuhan ibunya. Bisa berupa verbal maupun siber," ujar Jane saat dimintai penjelasan oleh wartawan, beberapa waktu lalu.

Menurut Jane, semua orang berpotensi menjadi pelaku baby shaming selama mereka kurang memiliki empati, menilai dirinya lebih baik, serta kurang memiliki kepekaan dan pengendalian diri yang baik. Namun, Jane menggarisbawahi tidak semua komentar negatif yang disampaikan orang terhadap bayi adalah fakta. 

Oleh karena itu, Jane menyarankan para orangtua perlu menyaring informasi yang diterima dari orang lain dengan cara menanyakan kebenaran informasi kepada ahli, terutama yang berkaitan soal pemilihan ASI/sufor, berat badan anak, hingga MPASI. Yang terpenting, lanjutnya, perlu ada dukungan yang baik dari suami untuk sama-sama membentengi anak dari celaan.

Namun, apabila Bunda sudah tidak tahan dengan baby shaming dari orang lain, Bunda bisa ikuti cara Sasika Pretisa dari Babyologist sebagai berikut: 

Jika ada yang bilang, 'Kok anaknya rambut jarang gitu si padahal ayah ibunya rambutnya lebat'. Bunda bisa santai menjawab, “akan ada masanya kok rambutnya akan tumbuh, jangan kaget ya kalo tiba-tiba rambutnya gondrong'. 

Kalau sekiranya sudah ada yang akan memulai dengan membandingkan kondisi si kecil dengan anak yang lain, maka keluarkan jurus 'tumbuh kembang setiap anak berbeda-beda tapi anakku pasti tumbuh jadi orang hebat'.

Selamat mencoba, Bun![]