Tech

Mengenal Cara Kerja Baling-Baling Kapal Laut Beserta Jenisnya

Baling-baling mendorong kapal agar terus berjalan sebagai ganti gayung manual.


Mengenal Cara Kerja Baling-Baling Kapal Laut Beserta Jenisnya
Baling-baling kapal laut. (pixabay.com/manne1953)

AKURAT.CO Baling-baling kapal laut atau biasa disebut juga dengan propeller merupakan komponen kapal yang terkoneksi langsung dengan mesin kapal agar bisa berjalan. Untuk menghasilkan energi gerak sebagai pendorong kapal, propeller akan terus berputar. Kemudian mendorong kapal agar terus berjalan sebagai ganti gayung manual. 

Secara umum, propeller berbentuk seperti kincir angin yang bergerak untuk menghasilkan energi. Gerakan propeller terjadi karena adanya gaya dorong dari hasil pembakaran mesin yang terhubung langsung dengannya.

Pusat kinerja terjadi pada mesin yang ada di ruangan khusus mesin. Propeller dihubungkan atau dipasangkan pada pangkal yang muncul di badan kapal dengan struktur yang sedemikian rupa supaya bisa bergerak normal.

Pergerakan dari propeller sendiri menyerupai sekrup atau kincir angin yang berputar sesuai laju angin. Komponen kapal yang satu ini secara langsung bersinggungan dengan air laut. Propeller mendorong berat air melalui reaksi perputarannya yang bertumpu di porosnya.

Untuk mengurangi gesekan secara langsung dan menghindari poros propeller aus, dipasanglah sebuah bantalan. Selain itu, setiap kapal memiliki propeller dengan jumlah dan panjang bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan kapal. 

Sementara itu, berdasarkan bentuk dan fungsinya propeller memiliki beberapa jenis. Jenis propeller ini dipengaruhi oleh tipe kapal, badan kapal, termasuk juga dengan tinggi serta lebarnya kapal. Untuk mengetahui jenis-jenisnya apa saja, berikut ini ulasan seputar jenis-jenis propeller.

  • Controllable Pitch Propeller (CPP)

Controllable Pitch Propeller merupakan propeller yang memiliki ciri-ciri pitch bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan pemakaian. Termasuk disesuaikan dengan rpm yang sedang digunakan. Pada saat rpm kapal yang digunakan rendah, komponen bisa diubah menjadi pitch ukuran besar. Sementara jika rpm kapal besar, maka bisa diubah ke ukuran kecil. 

Jenis CPP biasanya digunakan untuk kapal ikan dan tug boat yang beroperasi tidak terlalu jauh dari bibir laut. Memiliki tingkat keefektifan yang tinggi jika kapal bergerak mundur karena hanya perlu mengganti arah pitch propellernya dan tidak perlu memutar kapal. Jenis propeller yang satu ini bisa menambah keefektifan waktu tanpa harus terlalu lama mengatur kapal.

  • Fixed Pitch Propeller (FPP)

Jenis propeller yang satu ini merupakan yang paling umum digunakan pada kapal laut. Untuk tipe kapal besar yang memiliki kapasitas rpm rendah dan torsi yang cukup tinggi, FFP cocok digunakan pada kapal tersebut. Jika dibandingkan dengan jenis propeller lainnya, pemakaian FPP cukup ekonomis karena hanya membuat bahan bakar dalam jumlah sedikit. FPP memiliki getaran yang cukup sedikit dan gravitasinya juga lumayan kecil. FPP memiliki gaya dorong dari setiap blade pada propeller. Dengan desain setiap bladenya menyerupai airfil dalam aliran sebuah fluida.