Tech

Mengenal Biopulping, Teknologi Ramah Lingkungan di Bidang Industri

Teknologi ini terinspirasi dari proses pelapukan kayu dan sampah tanaman oleh mikroorganisme.


Mengenal Biopulping, Teknologi Ramah Lingkungan di Bidang Industri
Pembuatan kertas (ilustrasi) (pixabay.com/lehoo88)

AKURAT.CO Teknologi pembuatan kertas biasanya melalui proses kimia dan fisika. Bahkan ada juga yang melalui kombinasi keduanya. Oleh karena itu, industri kertas dan pulp (bubur kayu) terkenal dengan limbahnya yang sulit diatasi. Limbah tersebut berasal bahan kimia seperti soda api, sulfit, dan garam sulfida untuk menguraikan kandungan lignin. 

Bahan kimia inilah yang merupakan sumber pencemaran lingkungan. Pada proses penggunaan sulfur akan memberikan dampak mencemari udara. Penggunaan Sulfur sendiri sudah dilarang di sejumlah negara maju.

Karena mencemari lingkungan, penggunaan bahan-bahan untuk pembuatan kertas tersebut sudah dilarang diberbagai negara. Maka dari itu, untuk pengelolaan pulp yang ideal adalah dengan menggunakan teknologi biopulping. Mengolah pulp dengan bantuan mikroba (jamur) melalui proses mikroorganisme atau pelapukan.

Biopulping ini merupakan proses pengolahan limbah menggunakan teknologi ramah lingkungan yang terinspirasi dari proses pelapukan kayu dan sampah tanaman oleh mikroorganisme. Pada proses pelapukan kayu, ranting, daud, dan sebagainya dilakukan secera alami oleh beberapa jamur dan mikroba. 

Dengan begitu, sampah dari pohon yang telah mati akan kembali diserap oleh alam secara alami. Hasil kerja mikroorganisma yang tidak menghasilkan polusi, akhirnya memberi inspirasi untuk dimanfaatkan dalam sektor industri.

Dalam proses biopulping, bahan-bahan kimia yang merusak lingkungan, digantikan dengan sejenis mikroba yang dapat mengeluarkan enzim dan mendegradasi lignin. Mikroba yang digunakan adalah golongan jamur atau fungi pelapuk kayu yang banyak tersedia di alam bebas.

Bahan kimia seperti chlorite dan hydrogen peroksida, yang biasa digunakan sebagai bahan pemutih kertas dapat digantikan dengan enzim-enzim yang dikeluarkan oleh fungi pelapuk. Beberapa enzim yang dapat digunakan untuk menguraikan lignin adalah manganese peroksidase, laccase, dan lignin peroksidase.

Dengan menggunakan teknologi biopulping, dapat penghematan energi dan mengurangi pemakaian bahan kimia. Biopulping mengurangi energi listrik yang dibutuhkan sekitar 25% – 30%. Meskipun demikian, biopulping memiliki kelemahan, yaitu teknologi ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk operasionalnya. Akan tetapi, apabila penjadwalannya cukup baik, lamanya proses ini bukan menjadi kendala yang berarti.