Lifestyle

Mengenal Bahaya Potasium Sianida, Racun yang Diduga Digunakan NWR Untuk Bunuh Diri

Novia Widyasari Rahayu (NWR) diduga mengakhiri hidupnya dengan menggunakan potasium sianida. Ini dikenal juga dengan kalium sianida (KCN).


Mengenal Bahaya Potasium Sianida, Racun yang Diduga Digunakan NWR Untuk Bunuh Diri
Potasium sianida (iStockphoto)

AKURAT.CO  Mahasiswi Universitas Brawijaya, Novia Widyasari Rahayu (NWR) ditemukan tewas di dekat makan ayahnya di Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto pada Kamis (2/12/2021). NWR diduga mengakhiri hidupnya dengan meminum minuman kaleng yang sudah dicampur dengan potasium sianida. Hal itu terbukti dari temuan beberapa butir potasium yang dibungkus plastik warna hitam.

Potasium sianida adalah salah satu racun paling terkenal, sering muncul di film dan novel misteri. Racun ini dikenal juga dengan kalium sianida dengan rumus senyawa KCN.

Potasium sianida melepaskan gas hidrogen sianida, bahan kimia yang sangat beracun yang mengganggu kemampuan tubuh untuk menggunakan oksigen.  Gas ini memiliki bau seperti kacang almond, tidak berwarna dan pahit.

Paparan sianida bisa berakibat fatal dengan cepat, terutama mempengaruhi sistem organ yang paling sensitif terhadap kadar oksigen rendah, termasuk sistem saraf pusat (otak), sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah), dan sistem paru (paru-paru). Oleh sebab itu, kamu harus segera mencari pertolongan bila terpapar sianida, atau menemukan gejala-gejala keracunan potasium sianida.

"Kecepatan sangat penting. Hindari resusitasi mulut ke mulut apa pun rute pemaparannya. Hindari kontak dengan muntahan, yang dapat mengeluarkan gas hidrogen sianida," tulis Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dalam laman resminya, dikutip AKURAT.CO pada Minggu (5/12/2021). 

Adapun gejala awal keracunan sianida meliputi pusing, napas cepat, mual, muntah, perasaan tersedak dan mati lemas, kebingungan, gelisah, dan kecemasan.

Beberapa fakta tentang potasium sianida : 

  • Potassium sianida dapat memengaruhi kamu saat menghirup dan dapat diserap melalui kulit.
  • Kontak dapat mengiritasi dan membakar kulit dan mata dengan kemungkinan kerusakan mata.
  • Menghirup potasium sianida dapat mengiritasi hidung, tenggorokan dan paru-paru menyebabkan bersin dan batuk.
  • Paparan tinggi dapat menyebabkan sakit kepala, pusing,kecemasan, jantung berdebar-debar. Jika terpapar dalam jumlah besar, potasium sianida menyebabkan turunnya denyut nadi hingga hilang kesadaran dan kematian. 
  • Paparan potasium sianida dapat menyebabkan mimisan dan luka di hidung, dan perubahan jumlah sel darah.
  • Kalium Sianida dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid dan mengganggu fungsi tiroid normal.