Lifestyle

Mengenal Bahasa Minangkabau dan Variasi Dialeknya

Mayoritas masyarakat Sumatera Barat menggunakan Bahasa Minangkabau dalam kehidupan sehari-hari.


Mengenal Bahasa Minangkabau dan Variasi Dialeknya
Jam Gadang di Sumatera Barat (Pixabay/Ahmad Syahrir)

AKURAT.CO, Mayoritas masyarakat Sumatera Barat menggunakan Bahasa Minangkabau dalam kehidupan sehari-hari. Kadang, Bahasa Minangkabau lebih sering disebut sebagai Bahasa Minang. Bahasa ini memiliki beragam dialek. Menurut laman resmi Bahasa dan Peta Bahasa di Indoensia, Bahasa Minang terdiri atas lima dialek.

Berikut AKURAT.CO uraikan satu per satu disertai daerah penuturnya, Jumat, (5/11/2021): 

Dialek Daerah penutur
Pasaman Kabupaten Pasaman Barat dan Pasaman
Agam-Tanah Datar Kabupaten Agam, Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Padang Pariaman, Solok, Kota Solok, Solok Selatan, dan Pesisir Selatan
Lima Puluh Kota  Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh, Tanah Datar, Kota Sawahlunto, Kabupaten Sijunjung, dan Dharmasraya
Koto Baru Kabupaten Dhamasraya
Pancung Soal Pesisir Selatan

    Dialek yang paling umum digunakan di pusat kota Sumatera Barat adalah Agam-Tanah Datar. Dialek ini tidak memiliki atau menggunakan ciri-ciri dialektal (kedaerahan) yang ada pada beberapa subdialek, sehingga dianggap sebagai standar dalam menguasai bahasa Minangkabau. Inilah sebabnya Bahasa Minangkaua dengan dialek Agam-Tanah Datar biasa disebut  Bahaso Padang atau Bahaso Urang Awak.

    Bahasa Minangkabau juga dituturkan di wilayah provinsi lain, yaitu Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, dan Bengkulu. Di Sumatera Utara, atau lebih tepatnya di Mandailing Natal, Sibolga dan Barus, Bahasa Minangkabau disebut Bahasa Pesisir. 

    Bahasa Minangkabau di Provinsi Aceh terdiri atas tiga dialek, yaitu Tamiang,  Sunting, dan Aneuk Jamee. Sementara Bahasa Minangkabau di Provinsi Riau terdiri atas lima dialek, yaitu  Rokan, Kampar, Basilam, Indragiri, dan Kuantan.

    Selain Bahasa Minagkabau, masyarakat Sumatera Barat juga menuturkan Bahasa Batak dan Melayu dengan dialek Mandailing, dan Mentawai Suntin di Kepulauan Mentawai. 

    Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, persentase perbedaan kelima dialek tersebut berkisar 51 hingga 69 persen. Isolek Minangkabau merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan berkisar 81 hingga 100 persen jika dibandingkan dengan Bahasa Batak dan Mentawai.

    Adapun bahasa sehari-hari di Sumatera Barat juga dipengaruhi oleh bahasa daerah lain  akibat perdagangan, perantauan dan perpindahan penduduk. Bahasa-bahasa tersebut diantaranya bahasa Indonesia, Jawa, dan Nias.[]