Lifestyle

Mengenal Bahasa Daerah Kepulauan Riau, Cikal Bakal Bahasa Indonesia

Bahasa daerah yang ada Provinsi Riau adalah bahasa Melayu Riau. Bahasa melayu riau yang beragam dialek ini digadang sebagai cikal bakal bahasa Indonesia


Mengenal Bahasa Daerah Kepulauan Riau, Cikal Bakal Bahasa Indonesia
Ilustrasi pasangan pengantin dengan pakaian adat Melayu dari Kepulauan Riau (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Bahasa merupakan salah satu ciri suatu negara. Namun di Indonesia, setiap provinsi bahkan kabupaten, sampai desa, memiliki bahasa yang berbeda satu sama lain.

Mari kita ke Kepri.

Perlu diketahui, bahasa daerah yang ada Provinsi Kepulauan Riau adalah bahasa Melayu Riau yang digunakan masyarakat seluruh Provinsi Riau dalam kehidupan sehari-hari, yang sudah menjadi ciri khas masyarakat Kepulauan Riau.

Bahasa melayu Riau ini digadang sebagai cikal bakal bahasa Indonesia, sehingga terkadang terdengar sangat mirip dengan bahasa Indonesia baku. Pemilihan bahasa melayu Riau sebagai akar bahasa Indonesia sesuai dengan kebijakan pemerintah Kolonial Belanda saat itu.

Kemiripan bahasa Indonesia dengan bahasa melayu Riau bisa dilihat dari kosa katanya. Misalnya dalam bahasa Indonesia “tulang” dan dalam bahasa Riau disebut “tulan”, atau “sayur” menjadi “sayo”, “besok” yang menjadi “beso”, “hitam yang menjadi “itam”, dan “semut” yang menjadi “semot” dengan huruf e yang dibaca tipis atau lemah.

Dilansir dari laman Provinsi Kepulauan Riau, bahasa Melayu Riau dinilai paling murni lafalnya serta paling baik tata bahasa dan ejaannya. Alhasil, kala itu diwajibkan menjadi bahasa pengantar pendidikan pribumi di seluruh kawasan Hindia-Belanda. Dari situlah, bahasa Melayu Riau berkembang menjadi bahasa nasional, bahasa Indonesia.

Dilansir dari laman petabahasa.kemdikbud.go.id, bahasa Melayu Riau di Provinsi Kepulauan Riau ini terdiri atas 24 dialek, antara lain:

- Dialek Pesisir.

- Dialek Kundur.

- Dialek Bintan-Karimun.

- Dialek Pecong.

- Dialek Karas-Pulau Abang.

- Dialek Malang Rapat-Kelong.

- Dialek Mantang Lama.

- Dialek Rejai.

- Dialek Posek.

- Dialek Merawang

- Dialek Berindat-Sebelat.

- Dialek Arung Ayam.

- Dialek Kampung Hilir.

- Dialek Pulau Laut.

- Dialek Ceruk.

- Dialek Pangkil.

- Dialek Sanglar.

- Dialek Binjai.

- Dialek Bandarsyah.

- Dialek Tanjungpala.

- Dialek Pemping.

- Dialek Kampung Bugis.

- Dialek Kelumu.

- Dialek Mengkait.

"Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, persentase perbedaan antardialek menunjukkan beda dialek yang berkisar 51%—80%," tulis laman petabahasa.kemdikbud.go.id, yang dikutip Akurat.co pada Jumat, (10/9) 

Keadaan geografis alam Riau dan Kepri membuat masyarakatnya terpisah-pisah sehingga pengucapan bahasa daerahnya pun berbeda. Menurut Saidat Dahlan dalam buku Geografi Dialek Bahasa Melayu Riau Kepulauan (1989), menyebutkan penyebab lain banyaknya dialek ini karena wilayah Riau dan Kepri berbatasan dengan Malaysia dan Singapura, yang menyebabkan adanya pengaruh luar.[]