Rahmah

Mengenal Asal-usul Penamaan Surah Maryam dalam Al-Qur'an

Di dalamnya dijelaskan berbagai mukjizat yang memukau seperti kelahiran putra Maryam yang tanpa ayah


Mengenal Asal-usul Penamaan Surah Maryam dalam Al-Qur'an
Di setiap masjid selalu disediakan kitab suci Alquran untuk dibaca oleh para umat, seperti di masjid Istiqlal disediakan puluhan Al Quran, Selasa (6/6). Bulan yang penuh berkah ini dimanfaatkan umat islam untuk memperbanyak kegiatan amal baik seperti membaca kitab suci Alquran baik di masjid ataupun di rumah. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Salah satu nama surah dalam Al-Qur'an adalah surah maryam. Surah ini merupakan surah ke 19 dalam mushaf Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 98 ayat yang dikategorikan sebagai surah Makkiyah.

Penamaan surah maryam ini diambil dari Ibunda Maryam, nama ibu dari Nabi Isa as. Nama surah ini, seperti dikutip dari LPMQ Kemenag RI, digunakan dalam Mushaf Standar Indonesia. Demikian pula dalam mushaf-mushaf negara lain seperti Mushaf Mesir, Madinah, Pakistan, Libya, dan Maroko.

Penamaan surah Maryam langsung disampaikan oleh Rasulullah (tauqifiy). Ini sebagaimana keterangan dalam sebuah riwayat. Rasulullah saw. dan berkata:

baca juga:

وُلِدَتْ لِيَ اللَّيْلَةَ جَارِيَةٌ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَاللَّيْلَةُ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ سُورَةُ مَرْيَمَ سَمِّهَا مَرْيَمَ فَكَانَتْ تُسَمَّى مَرْيَمَ. (رواه الطبراني وأبو نعيم والديلمي)

Artinya: “Malam ini lahir untukku anak perempuan.” Beliau berkata, “Malam ini, juga turun kepadaku surah Maryam. Namakan anakmu Maryam!” (Riwayat Ṭabrāniy, Abu Na‘īm, dan ad-Dailamiy)

Selain itu, terdapat keterangan yang menyebut surah maryam sudah dikenal di kalangan para sahabat Nabi, seperti salah satunya dari Abdurraḥmān bin Yazīd, seorang tokoh generasi tabiin, misalnya, ia pernah berkata:

سَمِعْتُ ابْنَ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ، وَالكَهْفِ، وَمَرْيَمَ: إِنَّهُنَّ مِنَ العِتَاقِ الأُوَلِ، وَهُنَّ مِنْ تِلاَدِي.

Artinya: “Saya pernah mendengar Ibnu Mas‘ūd berkata mengenai surah Banī Isrā’īl, al-Kahf, dan Maryam, ‘Itu termasuk surah-surah yang pertama-tama turun dan merupakan kekayaan lamaku (sudah saya pelajari sejak lama).’” (Riwayat al-Bukhāriy)

Keterangan yang lain menyebut bahwa surah ini disebut dalam riwayat Abu Hurairah RA saat menjelaskan suasana salat jamaah di Madinah.

Disebutkan,

قَدِمْتُ الْمَدِينَةَ وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِخَيْبَر فَوَجَدْتُ رَجُلًا مِنْ غِفَارٍ يَؤُمُّ النَّاسَ فِيْ صَلَاةِ الْفجْرِ فَسَمِعْتُهُ يقْرَأ فِي الرَّكْعَة الْأُوْلَى سُوْرَة مَرْيَم وَفِي الثَّانِيَةِ وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ. (رواه البزار وابن سعد)

Artinya: “Saya tiba di Madinah saat Rasulullah saw. sedang berada di Khaibar, lalu saya mendapatkan seseorang dari Gifar mengimami orang-orang dalam salat Fajar. Saya mendengarnya membaca surah Maryam pada rakaat pertama dan Wailul lilmuṭaffifīn pada rakaat kedua.” (Riwayat al-Bazzār dan Ibnu Sa‘ad).

Sumber: LPMQ Kemenag RI