Lifestyle

Mengenal Angiosarkoma Jantung, Penyebab Kematian Virgil Abloh

Virgil Abloh meninggal dikarenakan penyakit kanker langka yang dideritanya, yaitu angiosarkoma jantung. Apa itu Angiosarkoma Jantung


Mengenal Angiosarkoma Jantung, Penyebab Kematian Virgil Abloh
Potret dari Virgil Abloh (Instagram/virgilabloh)

AKURAT.CO, Desainer asal Amerika Serikat sekaligus Direktur Artistik Koleksi Pria Louis Vuitton, Virgil Abloh, meninggal dunia pada usia 41 karena kanker, pada Minggu (28/11) waktu setempat.

Dilansir dari laman People, kabar duka ini diungkap oleh pihak keluarga di akun Instagram resmi sang desainer. Unggahan keluarga ini juga menjelaskan bahwa Virgil meninggal dikarenakan penyakit kanker langka yang dideritanya 

"Dengan penuh dukacita kami menguumkan meninggalnya Virgil Abloh tercinta, seorang ayah suami, anak laki-laki, saudara dan teman yang kuat dan setia," ujar pernyataan keluarga di akun terverifikasi milik Virgil Abloh, dikutip pada Senin, (29/11).

Unggahan tersebut juga mengatakan bahwa selama dua tahun belakangan, Virgil Abloh ternyata berjuang melawan kanker langka. 

"Selama dua tahun, Virgil dengan tangguh melawan kanker yang langka dan agresif, yakni angiosarkoma jantung," kata unggahan tersebut.

"Dia memilih untuk menyimpan perjuangannya ini secara privat sejak diagnosisnya pada 2019, saat menjalani sejumlah perawatan yang penuh tantangan, semua dilakukan sembari mengurus sejumlah institusi penting dalam fashion, seni, dan budaya," sambung unggahan tersebut.

Seperti diketahui, sarkoma jantung atau adalah jenis tumor ganas (kanker) primer langka yang terjadi di jantung. Dikutip dari laman Hopkin Medecine, sarkoma jantung paling sering didiagnosis sebagai angiosarkoma. 

Sebagian besar angiosarkoma terjadi di atrium kanan, mengakibatkan obstruksi aliran masuk atau keluar darah. 

Obstruksi ini bisa menyebabkan gejala seperti pembengkakan pada kaki, tungkai, pergelangan kaki dan atau perut serta distensi vena leher. Gejala ini bisa terjadi karena darah yang kembali ke jantung setelah melewati tubuh, tidak dapat dengan mudah masuk atau dipompa keluar dari atrium kanan. 

Angiosarkoma jantung yang terjadi pada perikardium yang merupakan kantung tipis mengelilingi jantung, dapat menyebabkan peningkatan cairan di dalam kantung. 

Jika cairan terakumulasi dalam kantung perikardial, kemampuan jantung untuk memompa darah akan terpengaruh. 

Beberapa tanda dari kejadian ini mungkin termasuk nyeri dada, sesak napas, kelelahan dan jantung berdebar. 

Potongan kecil (emboli) dikarenakan angiosarkoma jantung juga dapat pecah dan berjalan melalui aliran darah ke bagian lain dari tubuh. Emboli dapat memblokir aliran darah ke organ atau bagian tubuh, menyebabkan rasa sakit dan kerusakan pada organ atau bagian tubuh yang terletak di luar titik di mana aliran darah terhambat. 

Emboli juga dapat mempengaruhi otak (menyebabkan stroke), menyebabkan gangguan pernapasan dan atau organ dan bagian tubuh lainnya.

Adapun gejala angiosarkoma meliputi:

  • Hemoptisis (batuk berdarah)
  • Masalah irama jantung
  • Munculnya kongesti pada wajah bagian atas

Selain itu tanda-tanda lain dari angiosarkoma, yang tidak terkait dengan lokasi tumor pada jantung bisa meliputi:

  • Demam
  • Penurunan berat badan
  • Keringat malam
  • Malaise (kelelahan, kelelahan atau tidak enak badan)
  • Jari yang berubah warna, atau membiru (fenomena Raynaud), saat ditekan
  • Kelengkungan kuku dengan pembesaran jaringan lunak jari

Gejala sarkoma jantung mungkin menyerupai kondisi jantung atau medis lainnya. Oleh sebab itu, konsultasikan kesehatan dengan dokter untuk melakukan diagnosis, jika mengalami gejala-gejala ini.[]