Lifestyle

Mengenal Aneuploid, Penyebab Kegagalan Bayi Tabung Ifan Seventeen dan Citra Monica

Program bayi tabung Ifan Seventeen dan Citra Monica gagal karena mengalami aneuploid


Mengenal Aneuploid, Penyebab Kegagalan Bayi Tabung Ifan Seventeen dan Citra Monica
Ifan Seventeen dan Citra Monica (INSTAGRAM.COM/ifanseventeen)

AKURAT.CO  Ifan Seventeen dan Citra Monica  tengah berduka karena program bayi tabung yang mereka jalani gagal. Dalam unggahan di Instagram, Ifan menceritakan dua embrio istrinya  dinyatakan aneuploid.

Padahal embrionya yang telah berumur lima hari dan disebutkan oleh dokter bahwa keduanya adalah laki-laki

"Dibilang sedih mah pasti sedih, dibilang kecewa ya pasti ada, ternyata embrio-embrio yang kita punya semuanya aneuploid, yang artinya dalam kondisi tidak baik jadi tidak disarankan untuk ditanam ke perut mamanya," tulis Ifan, dikutip AKURAT.CO dari Instagram, Rabu, (4/8/2021).

"Hasil pemeriksaan PGT-A atas dua  embrio ini dinyatakan aneuploid. Artinya kalau dipaksakan di tanam ke rahimku berisiko sangat tinggi akan mengalami keguguran. Jadi tidak disarankan untuk ditransfer," ujar Citra dalam unggahannya. 

Saat ini diyakini bahwa aneuploid adalah salah satu masalah utama di sistem reproduksi wanita. Menurut definisi American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), aneuploid merupakan kondisi di mana seseorang memiliki kromosom yang hilang atau berlebih. Secara singkat, aneuploid juga bisa dikatakan kelainan kromosom. 

Konsekuensi perkembangan aneuploid yang spesifik belum diketahui secara pasti. Namun, apabila embrio tetap ditransfer ke rahim maka kemungkinan akan berakhir dengan cacat bawaan pada janin hingga keguguran dini.

"Risiko memiliki anak dengan aneuploid meningkat seiring bertambahnya usia wanita. Bila kehamilan dilanjutkan, anak aneuploid bisa memiliki kromosom ekstra (trisomi), seperti sindrom Down, Patau, atau Edwards," tulis ACOG.

Dalam banyak kasus, tidak ada pengobatan atau pengobatan untuk kelainan kromosom. Namun, konseling genetik, terapi okupasi, terapi fisik, dan obat-obatan mungkin direkomendasikan.

Kasus aneuploid pada bayi tabung bukanlah hal baru. Pasalnya, tingkat aneuploid sangat tinggi dalam embrio manusia yang dibuahi melalui prosedur bayi tabung. Selain itu, sekitar 50 persen dari keguguran dini disebabkan oleh aneuploid.