Ekonomi

Mengenal ACT, Lembaga Kemanusiaan yang CEO-nya di Gaji Ratusan Juta Rupiah dan Diduga Selewengkan Dana Ummat

Akan tetapi, isu penyelewangan masih bermasalah karena dana masyarakat dipergunakan untuk hal-hal personal dari pemilik ACT itu sendiri, yaitu Ahyudin.


Mengenal ACT, Lembaga Kemanusiaan yang CEO-nya di Gaji Ratusan Juta Rupiah dan Diduga Selewengkan Dana Ummat
Ilustrasi Aksi Cepat Tanggap (dok. ACT)

AKURAT.CO, Sejak kemarin ramai-ramai mempermasalahkan transparansi ACT (Aksi Cepat Tanggapan) mengenai penyaluran dana donasi. Salah satu pendiri ACT, Ahyudin yang turut berkecimpung di lembaga tersebut juga terseret.

Ahyudin, melalui laman Facebook-nya, menyebut telah mengundurkan diri dari lembaga sedekah itu karena sebab yang ia sesalkan dan memprihatinkan.

"Perjalanan saya sepanjang 17 tahun sejak awal 2005 hingga 11 Januari 2022, dengan segala jerih payah yang saya lakukakan menggagas, mendirikan, dan memimpin lembaga kemanusiaan terdepan di Indonesia yaitu @actforhumanity Aksi Cepat Tanggap, dengan terpaksa harus saya tinggalkan," tutur Ahyudin pada 15 April 2022 silam.

baca juga:

Lembaga ACT sendiri bergerak di bidang sosial kemanusiaan yang didukung dari donatur publik, seluruh dana dikelola oleh yayasan ini merupakan dana masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi.

Sementara itu, dana tersebut juga berasal dari perusahaan yang melakukan partisipasi kemitraan CSR (Corporate Social Responsibility). Penyaluran tersebut berorientasi pada amal (charity) dan dengan memberdayakan sumberdaya lokal (local sources).

Sebenarnya, berapa dana donasi yang diterima ACT tiap tahun dan berapa nominal yang disalurkan?

Melansir dari laman resminya, lembaga penyalur dana sedekah ini sebenarnya sering merilis laporan keuangan tahunannya. Sejak tahun 2005 hingga 2020 mereka rutin sebagai bentuk transparansi.

Akan tetapi laporan keuangan tahun ini tidak merilis laporan keuangannya. Padahal mereka rutin tiap akhir tahun (31 Desember) merilis laporan keuangannya.

Berikut laporan keuangan tiap tahunnya dari ACT ditarik dari tahun 2018 - 2020 dalam bentuk Rupiah (Rp):