Ekonomi

Mengejutkan! Investor Berpendidikan SMA Dominasi Bursa Saham RI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penduduk dengan latar belakang pendidikan SMA/sederajat lebih banyak melakukan investasi di pasar saham.


Mengejutkan! Investor Berpendidikan SMA Dominasi Bursa Saham RI
Pengunjung berada di sekitar layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (5/8/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen. Hal tersebut lebih dalam dari konsensus pasar ataupun ekspektasi pemerintah dan Bank Indonesia yang berada di kisaran minus 4,3 persen hingga minus 4,8 persen. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penduduk dengan latar belakang pendidikan SMA/sederajat lebih banyak melakukan investasi di pasar saham dibandingkan dengan mereka yang berlatar belakang pendidikan di atasnya.

Berdasarkan perhitungan Single Investor Identification (SID) pada akhir Februari 2021, pendidikan SMA memiliki aset di pasar saham sebesar Rp155,01 triliun atau sebesar 50,42 persen total di pasar saham.

Sedangkan dengan pendidikan lebih tinggi yakni D3 menyumbang aset Rp30,99 triliun atau 7,87 persen. Kemudian lulusan S1 sebesar Rp408,20 triliun dengan total pangsa pasar sebesar 37,92 persen. Adapun lulusan S2 dengan pangsa pasar lebih kecil yakni sebesar Rp86,78 persen atau sebesar 3,79 persen.

"Yang agak mengejutkan buat saya itu dari sisi pendidikan, ternyata pendidikan tidak menjadi faktor orang untuk berinvestasi di pasar modal karena dari persentase itu 50,42 persen pendidikannya SMA," kata Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Yunita Linda Sari dalam acara pelatihan dan gathering media OJK di Bali, Jumat (9/4/2021).

Kemudian berdasarkan jenis kelamin, laki-laki mendominasi sebesar 62,02 persen atau sebesar Rp578,32 triliun. Sedangkan perempuan sebesar 37,98 persen atau sebesar Rp202,64 triliun.

Yunita menuturkan, saat ini optimisme pasar modal Indonesia mengalami peningkatan signifikan untuk investor domestik. Selama pandemi tercatat SID naik 4.515.103 orang per Februari 2021 atau naik 16,23 persen dari tahun 2020.

"Ini yang selalu kita sampaikan, optimisme pasar modal Indonesia adalah peningkatan yang sangat-sangat signifikan dari angka investor domestik terutama untuk ritel domestik," katanya. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu