Rahmah

Mengapa Surah At Taubah Tidak Diawali dengan Bismillah? Begini Penjelasan Prof Nasaruddin Umar

Lafaz Bismillahirrahmanirrahim muncul pada setiap permulaan surah dalam Al-Qur'an kecuali surat At-Taubah.


Mengapa Surah At Taubah Tidak Diawali dengan Bismillah? Begini Penjelasan Prof Nasaruddin Umar
Prof Nasaruddin Umar (Merdeka)

AKURAT.CO  Dalam sebuah riwayat disebutkan jika seandainya kitab suci seluruhnya dikumpulkan termasuk Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur'an, maka pemadatannya adalah surah Al-fatihah. Ketika surah Al-fatihah dipadatkan, maka pemadatannya adalah Bismillahirohmanirrahim.

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof Nasaruddin Umar mengatakan, pada intinya Basmallah terletak di dalam titik di bawah Ba. Sehingga kemudian berkaitan dengan Nun Walqolami Wama Yasturun.

"Jadi Allah menciptakan alam ini sangat mudah, cukup menciptakan kalam, pena kemudian menulis sebuah titik. Di mana titik itulah nanti yang memadat kemudian meledak, partikelnya mengalami expanding universe. Kemudian itulah nanti yang membengkak, membesar dan sampai sekarang menjadi banyak. Dari yang banyak ini kita bisa menebak bahwa berasal dari yang satu," ujar Prof Nasar.

baca juga:

Kendati demikian, menurut Prof Nasar penjelasan mengenai hal tersebut memang tidak berasal dari sebuah Hadits yang Shahih. Sehingga dalam perspektif ahlussunnah Ahlussunnah memang tidak populer. 

Rektor PTIQ Jakarta itu kemudian menguraikan kata Bismillahirrahmanirrahim yang muncul pada setiap surah dalam Al-Qur'an kecuali surat Taubah. Sebab, tema besar bagi setiap ayat di dalam Al-Qur'an adalah basmalah.

"Surah manapun kita baca kecuali Surah At-Taubah, itu pasti payungnya Bismillahirrahmanirrahim," ucap Prof Nasar.

Oleh karena itu, penjelasan mengapa surat At-Taubah tidak diawali dengan Basmalah, menurut Prof Nasar karena surat At-Taubah berisikan tentang ayat-ayat perang, perjanjian yang dilanggar, pembunuhan, pembantaian dan seterusnya. Sehingga bertentangan atau tidak sejalan dengan Bismillahirrahmanirrahim yang menekankan Allah SWT adalah Maha kelembutan.

"Jadi ayat pertama, kedua dan ketiga surah Al-fatihah itu memberikan  pembatasan taksis. Bismillahirohmanirahim Allah yang paling pertama disebutkan, tapi di ditaqyidkan dengan Ar Rahman, Ar Rahim," tutur Prof Nasar.

Begitu juga dengan Nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW yang menurut Prof Nasar semuanya berkenalan dengan Basmalah. Dengan kata lain tidak ada tidak ada satu Nabi pun yang tidak mengenal Basmalah.

"Mari kita menempuh perjalanan hidup ini dengan mewarnai hidup kita dengan Bismillahirrahmanirrahim. Insya Allah kalau kita menjadi hamba atau khalifah. Tirulah sifatnya Allah yang menekankan dirinya lebih menonjol sebagai Rahman Ar Rahim maha pengasih lagi maha penyayang," pungkas Guru Besar UIN Jakarta itu. []