Lifestyle

Mengapa Pria Sulit Menunjukkan Perasaannya?

Pria dan wanita menangani emosi dengan cara yang sangat berbeda. Tidak seperti wanita, ria kesulitan mengekspresikan perasaannyannya. Inilah penyebabnya


Mengapa Pria Sulit Menunjukkan Perasaannya?
Ilustrasi alasan pria tidak menunjukkan perasaannya (UNSPLASH/ Mubariz Mehdizadeh)

AKURAT.CO, Pria dan wanita menangani emosi dengan cara yang sangat berbeda. Saat marah, wanita lebih cenderung mengungkapkan perasaan mereka secara langsung dan mencari dukungan dari teman dan keluarga, sedangkan pria mungkin menyembunyikan emosi mereka atau menarik diri.

"Pria dan wanita memiliki perbedaan, mulai dari tubuh, otak, sampai hormon testosteron dan estrogen. Hal ini membuat adanya perbedaan sikap dan perilaku antara pria dan wanita," ungkap Dr Ruben Gur, dari University of Pennsylvania.

Dilansir dari Mens Line Autralia, pria merasa dirinya harus mandiri dan bisa menafkahi orang yang mereka cintai. Oleh sebab itu, mereka merasa tak perlu ada emosi yang diperlihatkan. Perilaku ini dapat diperkuat dalam stereotip laki-laki heroik, tak kenal takut, banyak akal, tabah dan biasanya menghadapi kesulitan sendirian.

Hal ini pn terbukti dari survei yang dilakukan badan amal kesehatan pria Movember dan perusahaan riset Ipsos MORI kepada 4.000 pria di seluruh AS, Kanada, Inggris, dan Australia tentang persepsi mereka soal maskulinitas dan mengekspresikan emosi.

Hasilnya menunjukkan bahwa sebanyak 77 persen pria mengatakan mereka melihat berbicara sebagai cara yang efektif untuk mengatasi masalah, dan 76 persen tahu itu baik untuk kesehatan mental mereka.

Namun, mereka tidak melakukannya. Sebanyak 58 persen pria merasa mereka diharapkan untuk "kuat secara emosional dan tidak menunjukkan kelemahan", dan 38 persen pria menghindari berbicara dengan orang lain tentang perasaan agar tidak terlihat lemah dan "tak jantan".

Berikut AKURAT.CO uraikan beberapa alasan pria enggan menunjukkan perasaannya, dilansir dari berbagai sumber: 

  • Pria lebih memilih aksi daripada ucapan semata.
  • Wanita bukan satu-satunya yang didorong untuk berperilaku dengan cara tertentu karena jenis kelamin. Pria juga dikondisikan untuk berperilaku dengan cara tertentu oleh media, teman, dan keluarga. Pria dipercaya tidak seharusnya menunjukkan perasaannya, jadi mereka tidak melakukannya.
  • Banyak pria tidak tahu cara menunjukkan perasaannya. Sulit pula bagi pria untuk berubah jika mereka tidak tahu bagaimana melakukannya.
  • Pria ingin merasa maskulin. Menangis dipandang sebagai hal yang feminin. Begitu juga dengan mengeluh. Lebih maskulin untuk bertarung dan menghindari membicarakan perasaan. Itu sebabnya kebanyakan pria akan melakukan kekerasan fisik dengan pria lain sebelum mereka mengakui dirinya terluka oleh sesuatu yang dikatakan kepada mereka.
  • Membicarakan perasaan memaksa pria untuk memikirkan perasaan kamu. Dia lebih suka memendam emosinya sehingga dia tidak perlu memikirkannya. Dia pada dasarnya lari dari masalahnya selama mungkin.
  • Pria tak ingin dianggap lemah.
  • Beberapa pria tidak membicarakan perasaan, karena sejujurnya mereka memang tidak memikirkannya. Ini adalah bentuk pelarian yang ekstrem.
  • Pria melepaskan emosi mereka secara fisik, bukan secara verbal. Mereka lebih suka melampiaskannya kepada hal lain, seperti bermain video game atau pergi ke gym.
  • Pria merasa mengungkapkan perasaannya hanya akan menimbulkan masalah. Untuk menjaga kedamaian, dia akan menangani perasaannya sendiri. 
  • Membicarakan tentang perasaan adalah aktivitas yang sia-sia. Beberapa pria tidak pernah mendapat manfaat dari mengekspresikan perasaan. Jadi mereka pikir itu hal yang sia-sia untuk dilakukan.[]