Olahraga

Mengapa Melatih Barcelona Serumit Itu?

Xavi Hernandez disebut-sebut bakal menggantikan Ronald Koeman.


Mengapa Melatih Barcelona Serumit Itu?
Ronald Koeman mengakhiri kiprahnya di Barcelona sejak Rabu (27/10). (TWITTER/@FCBarcelona)

AKURAT.CO, Mudah untuk menganggap pemecatan Ronald Koeman oleh Barcelona karena hasil pertandingan di sepuluh laga awal La Liga Spanyol 2021-2022. Tetapi, dengan kondisi klub saat ini, adakah pelatih yang paling tepat untuk memenuhi tuntutan di Barcelona?

Yang terberat ketika melatih Barcelona bukan saja harus mempertahankan kebiasaan menang, namun juga menang dengan karakteristik permainan yang oleh suporter dianggap sebagai identitas yang membuat klub mereka berbeda dengan klub lain. Beberapa tahun lalu, dunia mengenal karakter tersebut dengan istilah tiki-taka.

Bahkan ketika Luis Enrique sukses mempersembahkan trigelar kedua bagi Barcelona di musim 2014-2015, cules-julukan suporter Barcelona-masih mempertanyakan gaya bermain sang pelatih yang dianggap tidak mencerminkan identitas mereka. Ketika itu, Enrique mengubah pakem tiki-taka dengan lebih banyak melakukan permainan direct bola langsung ke depan.

Ernesto Valverde yang datang di musim 2017-2018 sebenarnya memberikan janji identitas tersebut. Namun, yang belum dijawab oleh Valverde adalah kebiasaan menang di mana Barcelona mesti menambah trofi Liga Champions di rak museum mereka.

Valverde pergi sebelum pandemi melanda pada tahun lalu dan digantikan oleh Quique Setien. Koeman masuk dan bertahan semusim dua bulan dan Barcelona semakin jauh dari tuntutan biasa menang dengan identitas.

Koeman sebenarnya punya latar belakang yang kuat untuk bisa mempertahankan identitas mengingat dia adalah murid langsung dari pelatih yang dianggap sebagai pionir gaya bermain Barcelona, Johan Cruyff. Selain itu, Koeman sangat dekat dengan Barcelona karena pelatih asal Belanda itu adalah pahlawan klub ketika meraih gelar Liga Champions pertama pada 1992 di bawah kepelatihan Cruyff.

Namun, publik sudah terlanjur punya standar Barcelona di era Pep Guardiola (2008-2012) dengan pemain kelas wahid seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan megabintang Lionel Messi. Tugas berat pelatih era terkini adalah mengejar level permainan yang pernah disaksikan dunia di era itu dengan pemain yang berbeda di era terkini.

Koeman sebenarnya punya gaya permainan yang sudah sejalan dengan harapan suporter Barcelona, terutama di musim yang sedang berjalan. Persoalannya, mantan Pelatih Tim Nasional Belanda itu belum bisa memberikan kemenangan dengan permainannya.

Kini, orang mulai membicarakan sosok mantan gelandang kharismatik Barcelona di era Guardiola, Xavi Hernandez, sebagai kandidat terkuat pengganti Koeman. Akan halnya Koeman, Xavi juga adalah orang yang sangat kenal dengan permainan yang diharapkan Barcelona.

Xavi sendiri saat ini masih melatih di klub Qatar, Al Saad. Jika benar Xavi kembali ke Barcelona, tantangan terbesarnya adalah membentuk pemain yang ada untuk permainan besar yang pernah dimainkannya semasa menjadi pemain dulu.[]