Olahraga

Mengapa India Layak ke Final Piala Thomas?

India akan menghadapi Indonesia di final Piala Thomas 2022, Minggu (15/5).


Mengapa India Layak ke Final Piala Thomas?
Pemain India ketika merayakan kemenangan Prannoy HS atas Rasmus Gemke yang membawa mereka ke final Piala Thomas untuk kali pertama di Bangkok, Thailand, Jumat (5/3). (BWF)

AKURAT.CO, Di atas kertas, India jelas tampil sebagai “underdog” ketika menghadapi Denmark di semifinal Piala Thomas 2022. Namun, jika dilihat lebih teliti, sebenarnya negara dari daratan Asia Selatan tersebut punya skuat mumpuni bahkan untuk menjadi penantang gelar supremasi bulutangkis putra dunia tersebut.

Ya, sejenak setelah Prannoy HS menjatuhkan pukulan yang tak terjangkau oleh Rasmus Gemke pada pertandingan partai kelima di Impact Arena, Bangkok, Thailand, Jumat (13/5), India mendobrak batas. Prannoy merebut set ketiga sekaligus membawa India ke final Piala Thomas untuk kali pertama dalam sejarah.

Satu hal yang menjadi indikator kesuksesan sebuah tim di Piala Thomas adalah kekuatan yang merata di lima partai. Dan tahun ini India punya syarat tersebut di mana pebulutangkis mereka berada di jajaran elite dunia.

baca juga:

Di sektor tunggal, misalnya, mereka punya Lakshya Sen yang saat ini berada di ranking sembilan dunia. Juga Kidambi Srikanth yang pernah menempati posisi ranking satu dunia dan Prannoy yang kini berada di ranking 23 dunia.

Adapun di sektor ganda mereka setidaknya bisa berharap mendapatkan satu angka melalui Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty yang saat ini berada di posisi ranking delapan dunia. Tahun ini, Rankireddy/Shetty menjadi juara di India Terbuka dengan mengalahkan duet veteran Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, di final.

Dengan kata lain, India tahun ini adalah India dengan generasi emas sebagai hasil perkembangan skuat putra mereka dalam tahun-tahun terakhir. Menghadapi Indonesia di final pada Minggu (15/5) nanti, India setidaknya berpeluang mencuri angka di dua nomor tunggal dan satu ganda.

Di Piala Thomas tahun ini, India menyelesaikan fase penyisihan sebagai runner-up grup C di bawah Chinese Taipei. Mereka mengalahkan Jerman dan Kanada dengan skor 5-0 namun kalah 2-3 di laga terakhir menghadapi Taipei.

Momen kunci terjadi ketika India menghadapi Malaysia di perempat final. Mereka memang lepas ketika Sen dikalahkan Lee Zii Jia di partai pembuka namun menang dengan skor 3-2 melalui sumbangan angka dari Rankireddy/Shetty, Srikanth, dan Prannoy.[]