News

Mengaku Diabaikan, Pria di Singapura Teriaki Sopir yang Sedang Kemudikan Bus

Penumpang mengumpat sopir bus karena mengaku bus tidak berhenti saat dirinya sudah menunggu di halte.


Mengaku Diabaikan, Pria di Singapura Teriaki Sopir yang Sedang Kemudikan Bus
Penumpang mengumpat sopir bus karena mengaku bus tidak berhenti saat dirinya sudah menunggu di halte. (Stomp)

AKURAT.CO Seorang pria berusia 72 tahun di Singapura tertangkap kamera berdebat yang mengarah pelecehan verbal ke seorang sopir bus pada Jumat (14/1) malam. Kini ia pun dalam penyelidikan polisi.

Momen itu direkam oleh seorang kontributor media Singapura, Stomp, bernama Mave. Mave berada di dalam bus SBS Transit 13 sekitar pukul 23.15 ketika dia menyaksikan omelan pria itu.

Dikutip dari Stomp, di dalam bus 13 di Still Road South, pria itu menuduh sopir tidak menghentikan bus untuknya. Sebelumnya, ia naik taksi dari Lavender untuk mengejar bus yang dia tumpangi.

baca juga:

Dalam video rekaman Mave, pria tua itu berkata sambil teriak pada sopir bus, "Jika saya tidak berhenti di halte bus, jika saya tidak berdiri di halte bus, itu salah saya! Tapi Saya berdiri di halte, kenapa Anda tidak berhenti?"

Usai mendapat jawaban dari sopir bus, pria itu menimpali: "Oke! Baik sekarang, baiklah sekarang. Saya akan mengadu. Saya sudah mengadu ke SBS. Anda pikir saya tidak tahu siapa saya? Apakah Anda tahu siapa saya?"

Keributan sekitar 15 menit itu berhenti bersamaan dengan tibanya bus di Blok 45 Marine Crescent.

"Kami semua turun dan menunggu polisi datang. Beberapa siswa dan saya sendiri tetap di belakang untuk memberikan penjelasan tentang apa yang terjadi, sementara penumpang yang marah memberikan sisi ceritanya," tutur Mave.

"Pria itu jelas-jelas membahayakan nyawa semua penumpang di bus dengan melecehkan pengemudi bus secara verbal dan mengalihkan perhatiannya dari mengemudi dengan aman dan benar."

Menurut Mave, dalih tentang bus yang tidak berhenti untuk pria itu bukan alasan yang sah untuk menempatkan semua orang dalam bahaya. Mave pun menyebut perilaku pria itu kasar dan tak beralasan, di mana sopir bus maupun penumpang perlu dilindungi undang-undang dari tindakan tersebut.

Sementara itu, kepolisian mengatakan telah mendapat laporan tentang perselisihan di bus di sepanjang Still Lane sekitar pukul 23.08.

"Seorang pria berusia 72 tahun saat ini membantu penyelidikan polisi atas kasus penggunaan bahasa kasar terhadap seorang pekerja layanan publik," tutur pernyataan polisi.[]