News

Menerima Pancasila Sebagai Dasar Negara Adalah Keputusan Strategis

Menerima Pancasila Sebagai Dasar Negara Adalah Keputusan Strategis
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid atau HNW di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2020). (AKURAT.CO/Oktaviani)

AKURAT.CO- Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menegaskan, kesepakatan menjadikan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan keputusan sangat strategis.

HiDayat mengatakan Pancasila sesuai dan bisa diterima di semua wilayah  Indonesia karena Pancasila digali dari sumber-sumber kearifan lokal milik bangsa Indonesia sendiri. Bukan diambil dari tempat lain untuk dipaksakan digunakan menjadi dasar dan ideologi bangsa Indonesia.

"Mengambil sumber dari tempat lain, untuk dijadikan sebagai dasar dan  ideologi negara bisa menjadi bom waktu. Seperti yang terjadi di negara Uni Soviet. Soviet memaksakan Komunisme sebagai dasar dan ideologi mereka. Akibatnya saat negara tersebut melakukan restrukturisasi melalui kebijakan Glasnot dan Perestroika, pada 1991 Soviet malah terpecah belah menjadi beberapa negara. Sementara Soviet sendiri hilang dari peta dunia," kata Hidayat.

baca juga:

Pernyataan serupa disampaikan Hidayat Nur Wahid pada Sosialisasi Empat Pilar MPR RI,  kerjasama MPR dengan Yayasan Majelis Keluarga Sakinah, Johar Jakarta Pusat, Minggu (5/12/2021). 

HNW, panggilan Hidayat Nur Wahid mengatakan, di manapun negara kalau ideologinya tidak tumbuh dari dalam masyarakatnya sendiri, niscaya akan menimbulkan bahaya di kemudian hari. Karena itu beruntung Indonesia memiliki Pancasila yang sudah disepakati dari dulu, oleh para bapak bangsa.

Pancasila, kata Hidayat, terbukti mampu menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. Karena itu dia mengajak segenap bangsa Indonesia menjaga dan mempertahankan Pancasila agar tidak tergantikan oleh ideologi-ideologi lain yang belum tentu cocok bagi bangsa Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR. 

"Semua warga Indonesia berhak ikut Sosialisasi, terlepas suku, agama, ras dan golongannya. MPR juga sering  bekerjasama dengan siapapun untuk melaksanakan sosialisasi, baik  dengan LSM, parpol, lembaga pendidikan, jamaah pengajian hingga ormas," kata Hidayat menambahkan. 

Selain diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, empat pilar, menurut Hidayat  juga bisa digunakan untuk meluruskan masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam kehidupan sosial masyarakat, maupun berbangsa dan bernegara.[]