Ekonomi

Menengok Semringahnya Bisnis Homestay Banjir Cuan dari Ramainya Event di Mandalika!

Bantuan program pembiayaan homestay yang digelontorkan SMF terbukti membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat di desa wisata Mandalika, Lombok


Menengok Semringahnya Bisnis Homestay Banjir Cuan dari Ramainya Event di Mandalika!
Desa Wisata Kuta Mandalika, Lombok (AKURAT. CO/Atikah Umiyani )

AKURAT.CO, Cuaca terik matahari Pulau Lombok tak menghalangi langkah penulis untuk mengikuti merekam, mencatat hingga melontarkan pertanyaan ke para pemilik homestay beserta pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di desa wisata yang mendapatkan pinjaman dana dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), BUMN dibawah Kementerian Keuangan. 

Salah satu pemilik homestay yang menerima manfaat program pembiayaan homestay di desa wisata Kuta, Mandalika, Lombok tersebut bernama Lalu Maulidin. Ia senantiasa menjawab setiap pertanyaan yang diajukan penulis beserta awak media lain yang juga mengikuti acara visit homestay SMF. 

Dalam sesi pertanyaan tersebut, Lalu mengakui bahwa pinjaman dana senilai Rp100 juta dengan tenor 5 tahun dan bunga 3 persen pertahun dari SMF sangat membantunya untuk merenovasi 8 unit homestay miliknya. Ia pun menceritakan proses awal mula mendapatkan pinjaman dana tersebut.  

"Awalnya kita tawarkan ke temen-temen tapi banyak yang enggak percaya, termasuk saya juga awalnya enggak percaya. Siapa sih yang mau pinjamin dana sebesar itu dengan bunga 3 persen, apalagi tanpa jaminan. Tapi kami coba-coba akhirnya beneran ada dan Alhamdulillah cepet lagi cairnya 1 bulan pas Desember," terang Lalu ketika ditemui di homestay miliknya, Jumat (30/11/2021). 

Ia pun menerangkan bahwa pihaknya bersama Bumdes Putri Nyale memiliki beberapa persyaratan untuk menyeleksi para pemilik homestay yang kemudian mendapatkan pinjaman dana dari SMF tersebut.

"Kita kan punya grup siapa yang keliatan mampu bayar cicilannya oke kita kasih. Saya melihatnya mereka yang luar biasa ingin memajukan homestay tapi engga punya modal," ujar Lalu.

Lalu pun bercerita bahwa selama pandemi Covid-19, penginapan di desa wisata Kuta hampir tidak memiliki kunjungan dari wisatawan lokal maupun internasional. Oleh karenanya, kamar-kamar di homestay miliknya itu dijadikan kontrakan bagi para pekerja kontruksi pembangunan sirkuit Mandalika dengan harga Rp800 ribu per bulan.

Keadaan pun berbalik saat event World Superbike (WSBK) 2021 dilangsungkan pada pekan lalu. Pasalnya, homestay yang telah direnovasi Lalu, habis disewakan selama gelaran ajang balap motor internasional tersebut.

Bahkan ia mengakui, bahwa harga sewa untuk masing-masing kamar homestay sempat mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat.