News

Mendikbud Turut Berduka Atas Meninggalnya 2 Guru di Papua Akibat Teror KKB

Mendikbud Turut Berduka Atas Meninggalnya 2 Guru di Papua Akibat Teror KKB


Mendikbud Turut Berduka Atas Meninggalnya 2 Guru di Papua Akibat Teror KKB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Dua orang guru tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Kedua guru tersebut bernama Oktavianus Rayo (42) dan Yonathan Renden (28).

Mendengar kabar tersebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim langsung memberikan ucapan belasungkawa. Hal ini disampaikan Nadiem dalam story Intagram miliknya.

Dalam Story itu terlihat Nadiem melampirkan dua foto guru Papua itu bersama para muridnya. Di tengah-tengah foto ada sebuah kalimat ucapan duka cita Nadiem.

"Turut berbela sungkawa atas gugurnya 2 guru hebat Oktavianus Rayo dan Yonathan Render dalam menjalankan tugas di distrik Beoga, Papua," tulis Nadiem di akun Instagram @nadiemmakarim yang dikutip AKURAT.CO pada Rabu (14/4/2021).

Tak lupa, Nadiem juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Oktavianus dan Yonathan dalam pengabdiannya di dunia pendidikan Indonesia.

"Terima kasih atas pengabdianmu untuk pendidikan Indonesia," kata dia.

Nadiem Makarim Ucapkan Belasungkawa. Screencapture/Instagram

Sebagaimana diberitakan, Papua berduka setelah seorang guru Sekolah Dasar (SD) Inpres Beoga, Oktovianus Rayo, dan guru matematika Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Beoga, Yonatan Randen, tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kedua guru itu ditembak KKB di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua.

KKB menembak Oktovianus Rayo yang sedang menjaga kios di rumahnya di Kampung Julugoma pada Kamis, sekitar pukul 09.30 WIT. Oktovianus tewas setelah menderita dua luka tembak di rusuk kanan.

Sedangkan Yonathan menjadi korban penembakan pada Jumat sore. Ia mengalami luka tembak di bagian dada. Ia sempat dilarikan masyarakat ke Puskesmas Beoga, tetapi nyawanya tak tertolong.

Kedua jenazah dievakuasi ke Mimika pada Sabtu (10/4/2021). Evakuasi akhirnya bisa dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Puncak membayar sejumlah uang tebusan kepada KKB untuk membiarkan pesawat masuk ke Bandara Beoga.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu