Tech

Mendes PDTT Dorong Budidaya Ikan Koi Berbasis IoT

Teknologi IoT memudahkan segala bidang, tak terkecuali untuk budidaya ikan hias.


Mendes PDTT Dorong Budidaya Ikan Koi Berbasis IoT
Peresmian internet of think untuk budidaya ikan hias koi di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. (kemendesa.go.id)

AKURAT.CO Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar ingin pengelolaan budidaya ikan di desa memanfaatkan teknologi internet of think (IoT). Hal tersebut disampaikan Abdul saat meresmikan IoT untuk budidaya ikan hias koi di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Menurut Abdul, internet of thing (IoT) smart water management system merupakan konsep mengembalikan suhu air kolam dengan menggunakan water heater, apabila suhu air pada kolam berada di bawah rentang ideal.

"Ini adalah suatu sistem IT yang bagus untuk pengelolaan ikan koi," ujar Abdul, dilansir dari laman resmi Kemedesa. 

Dengan memanfaatkan internet of thing untuk budidaya ikan koi, dapat membantu peternak ikan tersebut mengatur pola makan ikan. Apalagi ikan koi sendiri merupakan jenis ikan yang sensitif. Dengan begitu tentu akan membuat hasil budidaya ikan koi akan lebih cantik dan menarik para penggemarnya.

Pemanfaatan sistem internet of think untuk budidaya ikan koi di Kabupaten Blitar ini merupakan yang pertama dilakukan di Indonesia. Ke depannya, pemanfaatan internet of think ini akan direplikasi di desa-desa lainnya di seluruh Indonesia yang memiliki potensi yang sama yaitu budidaya ikan hias. Khususnya ikan koi. 

"Sesuai dengan prinsip pembangunan desa dan pengembangan masyarakat desa kita pakai model replikasi atau kloning sehingga keberhasilan di sini nanti akan dikloning di mana-mana dengan menyesuaikan daerah masing-masing," ungkap Abdul.

Selain untuk mengatur pola makan ikan dan mengembalikan suhu air kolam, dengan menerapkan sistem internet of think, kolam ikan akan dilengkapi dengan kamera di beberapa sudut. Kamera tersebut berfungsi untuk memantau perkembangan ikan koi di dalam air. Selain itu, di situ juga terdapat sensor suhu dan kecepatan angin yang dapat menentukan berapa banyak makanan yang harus diberikan kepada ikan koi. 

Dengan adanya sistem internet of think, Komunitas peternak ikan koi di Desa Kemloko tidak perlu repot-repot datang langsung ke kolam untuk memantau dan memberi makan ikannya. Mereka cukup memantau dan mengendalikan dari ponselnya masing-masing karena sudah terintegrasi dengan sistem yang ada.