Ekonomi

Mendes: Dana Desa Digunakan untuk Pertumbuhan Ekonomi Serta SDM

Mendes PDTT mengklaim dana desa digunakan untuk pertumbuhan dan peningkatan ekonomi serta SDM


Mendes: Dana Desa Digunakan untuk Pertumbuhan Ekonomi Serta SDM
Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar saat mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi V di kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2019). Dalam rapat tersebut membahas mengenai Rancangan Rencana Strategis, Capaian Kinerja Pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2019, dan Program Legislasi Nasional. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan dana desa digunakan untuk pertumbuhan dan peningkatan ekonomi serta sumber daya manusia (SDM).

"Dana Desa bisa digunakan apa saja kecuali yang dilarang," kata Mendes Abdul Halim Iskandar pada acara Konsultasi Publik Rancangan PP tentang Bumdes dan Sosialisasi Permendes PDTT Nomor 13 tahun 2020 tentang Prioritas Pengunaan DD Tahun 2021 di Pendopo Kabupaten Sumenep dilansir dari Antara, Minggu (29/11/2020).

Menurut Mendes, pada prinsipnya kepala desa dapat menggunakan dana desa untuk apa saja selama tidak bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.

Mendes menuturkan setidaknya ada prinsip yang perlu diperhatikan oleh kepala desa dalam menggunakan dana desa yaitu digunakan untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM.

Berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan SDM, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah merumuskan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) desa yang akan menjadi acuan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Dana desa tersebut harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga desa. "Dana Desa hendaknya dirasakan kehadirannya oleh seluruh masyarakat desa, utamanya warga miskin di desa," pungkas Mendes.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan realisasi penyaluran Dana Desa 2020 telah mencapai Rp61,28 triliun atau 85,23 persen dari pagu anggaran sebesar Rp71,9 triliun hingga 6 November 2020.

Sri Mulyani menyatakan anggaran Dana Desa ditujukan untuk program perlindungan sosial berupa bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa dan program padat karya tunai desa (PKTD)

"Kalau kita lihat di sini penggunaan dana desa, terutama selain yang untuk BLT, adalah untuk padat karya tunai. Pembayaran BLT dilaksanakan selama sembilan bulan,” kata Sri Mulyani dalam raker bersama Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin (9/11/2020).

Sri Mulyani merinci anggaran untuk BLT Dana Desa telah terealisasi sebesar Rp18,25 triliun atau 57,39 persen dari pagu anggaran sebesar Rp31,8 triliun per 4 November 2020.

Sementara untuk PKTD realisasinya per 4 November 2020 baru mencapai Rp10,03 triliun atau 27,55 persen dari pagu anggaran sebesar Rp36,4 triliun.

Sri Mulyani menjelaskan pembayaran BLT Desa dilaksanakan selama sembilan bulan dengan tiga bulan pertama diberikan Rp600 ribu per Kelompok Penerima Manfaat (KPM) setiap bulan dan enam bulan berikutnya diberikan Rp300 ribu per KPM per bulan.[]

Sumber: Antara

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co