News

Mendag Sudah Minta Maaf, Arsul Sani: Soal Bipang Ambawang Kita Maafkan, Move On

Arsul Sani meminta publik untuk tidak memperkeruh perihal pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal Bipang Ambawang


Mendag Sudah Minta Maaf, Arsul Sani: Soal Bipang Ambawang Kita Maafkan, Move On
Wakil Ketua MPR RI, Arsul Sani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2020). (AKURAT.CO/Oktaviani)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani meminta publik untuk tidak memperkeruh perihal pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal Bipang Ambawang dalam video Hari Bangga Buatan Indonesia.

Arsul Sani mengatakan bahwa Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sudah menjelaskan dan meminta maaf atas gaduhnya pidato Jokowi. Atas dasar ini, dia meminta masyarakat tidak lagi mengungkit pidato soal Bipang dan melanjutkan ibadah puasa dengan baik.

"Pak Menteri @Kemendag sebagai penanggung jawab kegiatan, di mana Presiden @jokowi sampaikan pesan yang dianggap tidak "pas" tersebut telah minta maaf. Sepatutnya dengan semangat yang melekat pada ibadah "menahan diri" Ramadhan, kita maafkan ... Jadi soal bipang, case closed.. Move on lanjutkan puasa," tulis dia sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @arsul_sani pada Minggu (9/5/2021).

Sebagaimana diketahui, Mendag Lutfi mengatakan, pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal Bipang Ambawang dalam video Hari Bangga Buatan Indonesia harus dilihat secara jeli dalam konteks secara keseluruhan guna mempromosikan kuliner nusantara.

"Berkaitan dengan pernyataan mengenai Bipang Ambawang, kita harus melihat dalam konteks secara keseluruhan. Pernyataan Bapak Presiden ada dalam video yang mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan membeli produk lokal," ujar Lutfi melalui keterangan video yang diunggah di Jakarta, Sabtu.

Ia menjelaskan pernyataan Presiden itu disampaikan dalam video rangka peringatan Hari Bangga Buatan Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan. Kata dia, terdapat beragam produk kuliner yang disukai oleh berbagai kelompok masyarakat. Dia mengajak masyarakat untuk turut mempromosikan kuliner nusantara.

"Tentu kuliner tersebut dikonsumsi, disukai dan dicintai oleh berbagai kelompok masyarakat yang juga beragam. Mari kita bangga dan promosikan kuliner nusantara yang beragam, sehingga bisa menggerakkan ekonomi terutama UMKM," tuturnya.

Namun Kemendag, kata Luthfi, selaku penanggungjawab acara Hari Bangga Buatan Indonesia meminta maaf jika pernyataan Presiden Jokowi menyebabkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

"Kami memastikan tidak ada maksud apapun dari pernyataan Bapak Presiden, kami meminta maaf sebesar-besarnya jika terjadi kesalahpahaman karena niat kami hanya ingin kita semua bangga dengan produk dalam negeri termasuk kuliner khas daerah, serta menghargai keberagaman bangsa kita," ujar Mendag.[] 

Arief Munandar

https://akurat.co